Grafis Pembelajaran Tatap Muka
ILUSTRASI: Ilustrasi grafis Pembelajaran Tatap Muka. (ISTIMEWA)

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok terus melakukan persiapan menjelang penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Oktober mendatang. Salah satunya menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

Menyikapi hal itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Sada Sugianto menyebutkan, seluruh sekolah harus melakukan kelengkapan, di antaranya jumlah rombongan belajar (Rombel) dan jumlah kelas.

Kemudian meninjau sarana prasarana sekolah dalam menunjang protokol kesehatan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Misalnya tempat mencuci tangan, toilet yang baik, hand sanitizer, masker cadangan, termasuk pengecekan suhu tubuh apakah sudah diterapkan atau belum.

“Setelah sarpras prokes lengkap, kami akan tentukan sekolah mana yang akan melakukan PTM. Tergantung jumlah, dan kesiapan sekolah,” tegas Sada kepada Radar Depok.

Sedangkan untuk mekanisme PTM, pihaknya terlebih dulu akan melakukan laporan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok. Karena kewenangan berada di Satgas, termasuk kesiapan serta materi PTM Terbatas.

“Mekanismenya, nanti kami akan temui dan audiensi dengan satgas covid-19, sekaligus laporan kesiapan sekolah dan izin PTM Terbatas,” tandasnya.

Sada menegaskan, jika PTM sudah berlangsung maka sekolah akan mengikuti peraturan yang ada. Yakni, satu kelas hanya berisi 50 persen dari jumlah siswa, dan satu kelas hanya boleh melaksanakan pembelajaran selama empat jam.

“Nantinya jumlah siswa hanya boleh 50 persen. Sekitar 16 orang satu kelas, dan hanya boleh melaksanakan pembelajaran 4 jam,” tuturnya.

Terpisah, Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, Muhamad Yusuf mengatakan, masih melakukan evaluasi perkembangan covid-19, jika sudah melandai akan segera dilakukan PTM.

“Terkait PTM, berdasarkan surat edaran walikota disebutkan bahwa PJJ dievaluasi setiap tiga bulan. Yaitu Juli, Agustus, dan September. Dilihat perkembangan covid. Jika sudah menurun, baru diperbolehkan tatap muka. Insha Allah Oktober tatap muka,” ucap Yusuf kepada Radar Depok.

Selain itu lanjutnya, sudah ada 85 persen guru dan 25 persen siswa yang sudah melakukan vaksinasi. Tetapi saat ini masih menunggu keseluruhan siswa untuk vaksin.

Sementara itu, Guru Madya Dinas Pendidikan, Kabul Sucipto menambahkan, jika saat ini 65 persen orang tua sudah siap melakukan PTM. Kesiapan guru masih melakukan survei, karena menunggu kebijakan dari Kota Depok, termasuk kebijakan PPKM.

“Guru sudah semua divaksin. Tetapi Pustakawan harus menunggu tiga bulan karena masalah kesehatan tensi. Agustus akan divaksin lagi, jika pustakawan sudah divaksin, sudah 100 persen siap lakukan tatap muka,” katanya. (rd/cr1)

 

Jurnalis: Ivanna Yustiani

Editor: M. Agung HR