Farida Rachmayanti
Anggota DPRD Depok, Farida Rachmayanti. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Depok, Farida Rachmayanti mengapresiasi Pemkot Depok yang telah menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Prediat Nindya. Ini merupakan keempat kalinya Pemkot Depok meraih predikat tersebut. Hal ini bisa dikatakan sebagai bentuk apresiasi komitmen untuk menuju KLA.

“Tentunya ini juga berkat dukungan semua para pemangku kepentingan anak seperti orang tua, keluarga, masyarakat di lingkungan RW ramah anak dan lainnya,” kata Farida kepada Radar Depok.

Politikus perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melanjutkan, penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ini sebenarnya juga sebuah evaluasi berkesinambungan yang memacu Kota Kabupaten untuk terus berkelanjutan memberikan perlindungan kepada anak dan pemenuhan hak- haknya. sehingga terwujud Kota Layak Anak.

“Pemerintah pusat sudah memiliki indikatornya,” tutur Farida yang duduk di Komisi D DPRD Depok.

Yang perlu dipahami bersama penghargaan Kota Layak Anak bukan menggambarkan sebuah Kota/Kabupaten tidak memiliki permasalahan anak. Namun penghargaan itu diberikan untuk sejauh mana konsistensi dan komitmennya. Tidak ada narasi dalam perundangan yang menyatakan bahwa kota layak anak adalah kota tanpa masalah anak.

Tapi Kota Layak Anak adalah kota yang memiliki sistem pembangunan dan pelayanan publik dari Pemerintah Kota dengan dukungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, swasta dan forum anak guna pemenuhan hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui kebijakan,  program, kegiatan dan penganggaran untuk kesejahteraan anak.

Tentu berbeda dengan pembangunan fisik dan angka pertumbuhan ekonomi yang hasilnya kasat mata. Penyelesaian permasalahan anak merupakan bentuk kegiatan investasi sosial yg hasilnya baru terlihat sekian tahu kemudian.

“Jadi stressingnya adalah sistem pembangunan dan pelayanan publik. Ini yang harus dilihat. Bukan semata-mata masalahnya. Sebab akan selalu muncul permasalahan anak yang muncul akibat adanya kompleksitas permasalahan di sektor lain. Misalnya kemiskinan. Atau yang kita hadapi pada saat ini. Kondisi pandemi yang menyisakan dampak ekonomi, sosial maupun psikologis,” jelasnya.

Secara umum saat ini pasti banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Baik ayah atau ibu atau keduanya. Ini jelas menjadi sebuah permasalahan baru yang harus segera disikapi dan diantisipasi. Karena akan berpengaruh pada kondisi tumbuh kembang anak. Hak pemenuhan lingkungan keluarga bagi anak menjadi tidak utuh. Sehingga dalam kondisi ini anak membutuhkan pengasuhan alternatif.

Dan ini harus dipastikan berjalan. Siapa yg mengambil peran pengasuhan alternatifnya. Sehingga mereka tidak terabaikan apalagi terlantar. Pendataan dan pemetaan kondisi harus segera dilakukan. Tentunya mudah bagi Kota Depok karena kita telah membangun infrastruktur lingkungan ramah anak skala mikro yakni RT atau RW ramah anak.

Tahap berikutnya adalah peta kebutuhan. Perlu diberikan daya dukung bagi mereka yg mengambil alih pengasuhan alternatif.

” Terutama jika mereka juga dalam kondisi keterbatasan. Seperti dukungan jaminam kesehatan, pendidikan atau akses pemberdayaan ekonomi dan lainnya,” tutup Farida. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah