Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg
PENINJAUAN: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, didampingi Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono saat meninjau Stasiun Pondok Rajeg, Rabu (11/8). Pemerintah berencana mereaktivasi Stasiun Pondok Rajeg pada 2022. Stasiun tersebut berada di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor. FOTO: DAFFA SYAIFULLAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah berencana mereaktivasi atau pengaktifan kembali Stasiun Pondok Rajeg pada 2022. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, didampingi Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono meninjau langsung kondisi Stasiun Pondok Rajeg, pada Rabu (11/8).

Budi menyebutkan, pengaktifan kembali stasiun Pondok Rajeg yang berada di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor sangat penting dilakukan. Maka itu, pihaknya memastikan kegiatan pengaktifan tetap berjalan meski di tengah pandemi covid-19.

“Ini aktualisasi dari perintah pak Presiden. Meski di tengah pandemi, semua kementerian atau lembaga harus melaksanakan kegiatan sebagaimana mestinya,” ungkap Budi kepada Radar Depok, Rabu (11/8).

Hal itu lanjut Budi, menjadi poin konsentrasi pemerintah dalam menomorsatukan angkutan massal. Sebagai upaya mendahulukan kemudahan mobilitas masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL).

“Oleh karenanya saya memerintahkan kepada Dirjen Kereta Api dan Kepala BPTJ untuk mereaktivasi rel dan stasiun yang ada di aglomerasi. Baik Jakarta, Jogja-Solo, Surabaya, dan Semarang,” tegas Budi.

Budi mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok dan Kabupaten Bogor yang telah mendukung proyek reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg dan rel ini.

“Karena ini aset milik pemerintah, dan pemerintah harus hadir untuk melaksanakannya. Insyaallah akan kita lakukan tidak hanya di Pondok Rajeg ini, tetapi juga berbagai stasiun dan akses transportasi lainnya,” tuturnya.

Budi menambahkan, minat masyarakat untuk menggunakan KRL, khususnya di Jabodetabek sangat tinggi. Jumlahnya mencapai 1.200.000 orang, dan jika pengaktifan kembali rel dan stasiun berhasil dilakukan, diprediksi minat masyarakat akan terus melonjak.

“Kalau nanti nambah, misalkan sekarang sehari 3.000 orang bisa menjadi 6.000 orang. Berarti, angkutan massal akan lebih produktif dan membuat warga beralih dari angkutan pribadi ke angkutan massal,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menuturkan Stasiun Pondok Rajeg ini akan dibangun terlebih dahulu, sebelum nantinya dilakuka reaktivasi pada 2022. Dengan digunakan kembali Stasiun itu, diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat Kota Depok menggunakan KRL.

“Jadi bisa menghemat waktu dan mengurangi kemacetan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi warga Kota Depok dan sekitarnya,” tandasnya.  (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR