Rizki Apriwijaya Gugus Tugas Lingkungan
TURUN LANGSUNG : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya turun langsung membantu warga yang melakukan Isoman dengan memberikan paket sembako bersama Gugus Tugas di lingkungan RW07 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat RT dan RW harus  jadi motor pengendalian Covid-19, karena itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya meminta agar Satgas dioptimalkan dengan melibatkan semua elemen masyarakat yang ada di lingkungan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Perlu disadari, pengendalian Covid-19 bisa efektif  jika dilakukan secara goton-royong. Sehingga, kami keminta meminta Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW berkolaborasi dengan warga, khususnya dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta orang yang dituakan di lingkungan,” tutur Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok, Kamis (5/8).

Tujuannya, sambung Rizki Apriwijaya, agar pengendalian Covid-19, termasuk menyosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi interaksi serta mobilisasi ke warga.

“Pendampingan terhadap pelaku isolasi mandiri bisa lebih efektif dan optimal,” sambung Rizki Apriwijaya.

Rizki Apriwijaya yang dikenal dengan Jargon ‘Dewan Milenial’ ini menegaskan, Satgas di tingkat RT dan RW menjadi ujung tombak dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19, khususnya menolong warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah,

Terlebih, masih tingginya angka kematian warga yang Isoman. Sehingga wakil rakyat dari Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mengungkapkan, jika warga di tingkat RT dan RW kompak dan mau bersama-sama menjaga lingkungannya dari ancaman Covid-19. Maka tingginya angka kematian warga yang Isoman bisa ditekan.

“Mereka butuh dukungan dan bantuan. Ada beberapa contoh saat saya turun ke lapangan, Satgas di lingkungannya aktif, di sana warga yang Covid-19 semula sekitar 50-an orang. Tapi, karena Satgasnya aktif akhirnya tersisa delapan yang Isoman. Nah, kalau warga kompak memberi bantuan, dukungan serta pendampingan, yakin resiko kematian akan menurun,” ucap Rizki Apriwijaya. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah