Vaksinasi Pernada Pfizer
PERDANA PFIZER: Pelaksanaan vaksinasi Pfizer yang berlangsung di RSUD Kota Depok. Sebanyak 200 dosis vaksin diberikan kepada masyarakat Kota Depok, Rabu (25/8). FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok pertama kali melangsungkan vaksinasi pfizer yang dilakukan RSUD Kota Depok. Sebanyak 200 dosis disiapkan untuk menyuntikan dosis tersebut pada masyarakat, Rabu (25/8).

Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Maryori menyebutkan bahwa keberlangsungan vaksinasi berjalan sesuai harapan dan perencanaan. Ini menjadi vaksinasi pfizer pertama untuk masyarakat di Kota Depok.

“Alhamdulillah berjalan sesuai perencanaan. Ada 200 dosis untuk kuota hari ini yang kita sediakan,” jelas Devi, Rabu (25/8).

Devi membeberkan, satu hari sebelumnya vaksin jenis pfizer juga diberikan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Depok, yang belum sama sekali menerima vaksin. Dikarenakan penyakit penyerta atau komorbid, tidak lolos skrining saat vaksin awal, dan kini telah diperbolehkan vaksin.

“Kami sudah dari kemarin vaksin pfizer, tapi memang untuk nakes yang belum vaksin sama sekali. Ada beberapa yang divaksin,” ungkap Devi.

Bagi masyarakat yang ingin vaksin pfizer di RSUD Depok, cara pendaftarannya sama dengan yang lainnya. Melalui link web resmi, nanti akan diberitahukan jadwal dan waktu pelaksanaan. Pendaftaran dilakukan melalui web diklaim dapat menghindari kerumunan peserta vaksin, karena jadwal vaksin setiap peserta telah diatur dengan baik.

Saat vaksinasi pfizer di RSUD Kota Depok, putri dari penyanyi legendaris A Rafiq, yakni Fairuz A Rafiq menjadi peserta vaksin untuk pertama kalinya. Perempuan yang tengah hamil anak ketiga tersebut memilih Vaksin Pfizer sebagai antibodi terhadap Covid-19.

“Kebetulan karena aku hamil dan cari tahu yang aman untuk ibu hamil itu apa, kebetulan juga Pfizer baru dateng di Indonesia, sehingga aku ikut Pfizer,” ujar Fairuz di RSUD Kota Depok, Rabu (25/8).

Seperti Warga Depok lainnya, dia mengungkapkan, demi mendapatkan vaksinasi Pfizer di RSUD Kota Depok dirinya mendaftar secara online.

“Alhamdulillah dapat vaksin Pfizer dan ikut, karena takut ibu hamil kan rentan juga terkena COVID-19 bahaya juga kalau kena,” ucap Fairuz.

Perempuan dengan usia kandungan 22 minggu itu belum merasakan efek samping dari vaksinasi jenis Pfizer tersebut. Menurut Fairuz, efek samping vaksin tergantung dari individu orang yang menerima vaksin tersebut. Namun, hingga saat ini dia tidak merasakan gejala kejadian pasca imunisasi (KIPI) dari Pfizer. “Tapi kalau aku, Alhamdulillah tidak ada, mudah-mudahan seterusnya nggak ada,” bebernya.

Dirinya mengajak, masyarakat untuk tidak takut mengikuti vaksinasi. baginya, semua vaksin yang diberikan pemerintah dinilai bagus dan dia sudah melakukan konsultasi hal tersebut kepada dokter kandungan.  “Semua vaksin bagus, namun kembali kepada pilihan masing-masing dan kebetulan aku dapatnya Pfizer,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR