vaksinasi RSUI
VAKSINASI: Warga sedang mengikuti vaksinasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), beberapa waktu lalu. FOTO: IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) terus menggeber pelaksanaan vaksinasi bagi warga Depok. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Pemerintah mempercepat vaksinasi sehingga tercipta herd imunity di masyarakat.

Manajer Pengembangan Bisnis RSUI, dr. Astrid Saraswaty Dewi mengatakan, sejak awal Januari 2021 hingga saat ini RSUI sudah menyuntikan lebih dari 75 ribu dosis vaksin kepada warga Depok. Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi RS tersebut, lantaran mampu mencapai pelaksanaan vaksinasi sampai puluhan ribu dosis vaksin.

“RSUI termasuk dalam 10 besar RS yang melakukan vaksinasi terbanyak se-Indonesia,” kata dr. Astrid, Jumat (13/8).

Bahkan, RSUI saat ini sudah mulai melakukan vaksinasi kepada warga usia 12 tahun dan 18 tahun ke atas.  “Mulai 2 Agustus 2021 usia 12 tahun ke atas sudah bisa divaksin di sini. Namun, untuk 12–20 Agustus, hanya usia 18 tahun ke atas yang bisa divaksinasi, lantaran pendaftaran yang tersedia saat ini baru vaksin AstraZeneca. Sedangkan anak usia 12 tahun hanya boleh menggunakan vaksin Sinovac,” bebernya.

Dia merinci, pelaksanaan vaksinasi di RSUI pada bulan Januari mencapai 807 dosis ke satu dan 131 dosis ke dua, Februari 859 dosis pertama 1.370 dosis ke dua, Maret 6.838 dosis pertama 1.178 dosis ke dua, April 8.763 dosis pertama 6.652 dosis ke dua, Mei 2.509 dosis pertama 7.906 dosi ke dua, Juni 14.262 dosis pertama 2.541 dosis ke dua, Juli 5.043 dosis pertama 12.579 dosis kedua , Agustus 3.965 dosis pertama dan 2.912 dosis ke dua.

“Untuk Agustus ini masih terus berjalan vaksinasinya dengan target 1.000 dosis perharinya,” tegasnya.

Terpisah, dalam sepekan UPTD Farmasi Kota Depok mencacat telah menyalurkan 4.140 vial ke seluruh fasilitas kesehatan (Faskes), baik Puskesmas hingga Rumah Sakit. Hal ini disampaikan langsung Kepala UPTD Farmasi Depok, dr Mutmainah Indriyati, Jumat (13/8).

“Total keseluruhan itu tidak termasuk untuk sentra vaksin yang berlangsung di beberapa tempat. Jadi itu hanya total yang disalurkan ke RS dan Puskesmas,” jelasnya kepada Radar Depok.

Dirinya juga menerangkan jika jumlah setiap faskes yang disalurkan berbeda, tergantung kesiapan dan kebutuhan faskes tersebut. Namun kisaran dosis yang salurkan mulai dari 100 vial per Faskes hingga 300 vial per Faskes. “Jumlahnya tidak sama ya, berbeda setiap faskes ya. Itu sekitar 100 sampai 300 vial,” terang dr Iin panggilannya.

Setiap vaksin yang disebar ke setiap Faskes, dr Iin menjelaskan bahwa hanya dua jenis, yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Ada jenis vaksin moderna, namun akan disitribusikan ke Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk dosis tahap 3. “Kalau moderna didistribusikan pekan depan yang ditujukan untuk Nakes dosis ketiga,” ungkapnya.

Sejauh ini tidak ada kendala dalam penyaluran vaksin, sebab pengawalan diberikan dari pihak keamanan TNI serta Polri, sehingga memperlancar proses distribusi Sampai ke Faskes yang dituju. Dirinya memastikan jika persediaan vaksin sepanjang bulan Agustus masih aman. Sehingga masih dapat vaksinasi masyarakat Kota Depok dalam bulan ini.

Perlu diketahui, ada enam petugas farmasi yang menjadi petugas penyaluran vaksinasi dengan dibantu personel TNI dan Polri. Sebab sesuai tugas UPTD Farmasi hanya sebatas menerima, menyimpan, dan mendistribusikan sesuai ketentuan. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR