Vaksinasi Pelajar SMPN 11 Depok
MENINJAU: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Kepala BIN Jawa Barat, Brigadir Jendral TNI Agus Purwanto, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau vaksinasi pelajar di SMPN 11, Kecamatan Tapos, Kamis (19/8). FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang awalnya digemborkan September terpaksa mesti diundur sebulan. Kota Depok rencananya baru mau menggelar uji coba pada September mendatang. Kemudian, Oktober mulai PTM secara terbatas. Alasan mundur akan mengecek terlebih dahulu ke satuan pendidikan, terkait kesiapannya.

“Awal Oktober baru kita mulai PTM terbatas, tapi nunggu pembahasan dulu. September ini ada tahapannya, uji coba,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, Jumat (27/8).

Jika satuan pendidikan dinyatakan sudah siap menggelar PTM, maka selanjutnya dilakukan simulasi. Adapun jumlah siswa akan mengikuti uji coba PTM maksimal sebanyak 50 persen. Buat pemetaan, lalu lakukan simulasi di masing-masing sekolah. Apakah nanti bisa setiap hari atau seminggu dua kali, nanti sisanya dilaksanakan secara PJJ. “Makanya Kita mau bahas dengan tim satgas. Kalau semuanya sudah lancar, tim satgas akan melakukan monitoring pada saat simulasi, sehingga Insya Allah Oktober akan kita laksanakan PTM terbatas itu,” jelasnya.

Saat uji coba PTM siswa hanya berada di sekolah maksimal sekitar dua jam. Pelajaran dilakukan secara maksimal dan tidak ada jam istirahat. Kemudian tidak ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan tidak ada aktivitas olahraga. Seluruh siswa wajib menerapkan protokol kesehatan 5M.

“Anak membawa bekal makan minum sendiri karena kantin ditutup. Membawa masker cadangan juga,” tegasnya.

Menurut dia, orang tua memiliki peranan penting jika PTM kembali digelar. Mereka diminta ikut aktif dalam memantau siswa. Misalnya, jika siswa sudah selesai sekolah maka dipastikan tidak berada di luar rumah. “Jadi orang tua juga dalam hal ini ikut berperan,” jelasnya.

Salah satu persyaratan PTM ialah pelaksanaan vaksinasi. Baik untuk tenaga pendidik ataupun pelajar usia 12 tahun keatas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menjelaskan, hingga kini proses vaksinasi bagi para pelajar masih terus berlangsung secara bertahap. “Berdasarkan data per Kamis (26/8), sudah ada 14.388 sasaran yang dilakukan vaksinasi dosis pertama,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (27/8).

Yang artinya, sudah 7,03 persen yang di vaksin. Sedangkan dosis kedua baru 4,01 persen. “Untuk dosis kedua, berarti baru 8.203 sasaran,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMPN 27 Depok, Agus Purwanto mengaku, sekolahnya sudah siap melaksanakan PTM kapanpun diberlakukan. “Hari ini (kemarin) kami juga sudah melakukan pengecekan untuk sarana dan prasarana di sekolah untuk persiapan PTM,” tuturnya.

Tidak hanya itu, seluruh guru dan tenaga pendidik juga telah melaksanakan sekolah sampai satpam hanya 16 orang, dan semuanya di pastikan sudah vaksin. Tetapi untuk siswa di sekolahnya, dari 155 baru 48 orang yang sudah divaksin. Hingga kini pihak sekolah juga masih mengupayakan agar seluruh siswanya bisa mendapatkan vaksin.

“Pihak sekolah sudsh berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk pelaksanaan vaksin, dan akan kami coba koordinasikan juga ke Brimob untuk ketersediaan vaksin jenis Sinovac,” ujarnya.

Untuk gugus tugas sekolah yang perlu dibentuk, Agus menjelaskan, esok pihak sekolah akan melakukan pertemuan dengan komite sekolah untuk membicarakan persiapan PTM.

“Nanti akan kami bentuk kepanitiaan untuk itu. Tetapi, kami juga membutuhkan masukan-masukan dari komite. Namun, untuk penerapan Prokes kami pastikan SMPN 27 sudah siap untuk PTM,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar