Vaksinasi Pelajar SMPN 11 Depok
MENINJAU: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Kepala BIN Jawa Barat, Brigadir Jendral TNI Agus Purwanto, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau vaksinasi pelajar di SMPN 11, Kecamatan Tapos, Kamis (19/8). FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – September mendatang digadang-gadang Kota Depok bakal menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sejumlah tolok ukur sedang digodok, demi tak terjadinya pesebaran Covid-19 saat belajar mengajar. Sedikitnya 399 Sekolah Dasar (SD) Se-Depok sedang dipetakan kesiapannya, dan 252 Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyatakan siap belajar di sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Sada Sugianto menerangkan, untuk 207 SD Negeri dan 192 SD swasta yang ada di Kota Depok, sedang dilakukan pemetaan kesiapan di masing-masing sekolah. “Pementaan kesiapan yang dilakukan, yaitu jumlah siswa dengan ketersediaan ruang dan Rombongan Belajar (Rombel), verifikasi vaksin bagi tenaga pendidik, serta Protokol Kesehatan (Prokes) di masing-masing sekolah,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (26/8).

Dia menyebut, jika memang sudah bisa dilakukan PTM. Maka sekolah wajib mengikuti ketentuan yang ada, dan dalam satu kelas maksimal 25 siswa. “Sosialisasi terkait persiapan PTM juga sudah kami lakukan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Untuk SD sendiri, nantinya akan diberikan pemahaman dan sosialisasi kepada para pendidik dan orang tua secara tuntas. Karena anak-anak SD juga masuk dalam kategori rentan dan belum bisa memahami untuk penerapan Prokes. “Memang harus orang tua dan tenaga pendidik yang lebih dahulu di edukasi untuk selanjutnya bisa diajarkan ke anak-anak,” terangnya.

Sementara, Kabid SMP Disdik Depok, Mulyadi menjelaskan, SMP se-Kota Depok siap melaksanakan PTM. Namun, saat ini masih menunggu kebijakan dari pemerintah dengan Satgas terkait kapan akan di bukanya. “Dari 33 SMP Negeri, dan 219 SMP swasta di Kota Depok, insya allah semua sudah siap melaksanakan PTM,” terangnya.

Menurutnya, segala persiapan sejak awal sudah dilakukan, dengan menyiapkam daftar periksa, vaksin dan kesiapan lainnya. Jika hasil koordinasi pemerintah dengan Satgas sekolah sudah kembali dibuka, maka sekolah juga siap mengikuti segala kentuan yang ada.

“Selain vaksin untuk tenaga pendidik, sudah mulai dilaksanakna pula untuk siswa usia 12 tahun keatas. Tetapi memang, semua masih dalam proses dan tidak bisa dilaksanakan sekaligus,” ungkapnya.

Dalam pelaksananan PTM pun tetap terbatas dan tidak full, apakah nanti maksimal 2 jam belajar, dan siswa tidak masuk lima hari penuh, atau seperti apa kebijakannya nanti yang dikeluarkan.

Dia juga mengajak tenaga pengajar dan orang tua dapat mendukung apapun nanti kebijakan yang ada. Dan mampu memperiapkan apa yang anak butuhkan di sekolah. Gugus tugas sekolah harus benar-benar memantau prokes yang diterapkan. “Orang tua juga harus menyediakan berbagai kebutuhan anaknya, seperti masker, handsanitizer hingga bekal makanan,” lanjutnya.

Terpisah, Anggota DPRD Komisi D Fraksi PKS, Farida Rachmayanti menyebut, terkait rencana PTM pasti sudah ada kajian mendalam yang dilakukan secara ilmiah dengan data.  “Semoga ini adalah keputusan yang tepat, yang berpegang pada prinsip perlindungan bagi anak, guru dan tenaga pendidik,” bebernya.

Oleh karena itu, kebijakan PTM harus dipastikan disiplin dengan beberapa syaratnya. Dan dipastikan berjalan di lapangan. Misalnya guru dan tenaga pendidik haru sudah divaksinasi. Kemudian juga dilakukan secara terbatas. “Orang tua siswa juga boleh memilih apakah anaknya mengikuti PTM atau tetap dengan PJJ, tidak boleh ada paksaan,” tegasnya.

Farida menyebut, peran orang tua sangat signifikan untuk menyiapkan putra-putrinya jika memilih PTM nanti. Pertama, memastikan apakah anak telah memahami dengan benar Prokes pencegahan Covid-19. “Jadi jangan bosan untuk mengulang dengan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta terpenting dilakukan pembiasaan dari rumah,” ujarnya.

Kedua, menjaga daya tahan tubuh anak, menguatkan imun. Tak lupa menguatkan Iman. Baginya, jni moment penting bagi anak untuk bisa mengambil banyak hikmah atas pandemi. Termasuk kedekatannya dengan Allah untuk memohon perlindungan.

Untuk kesiapan yang di lihat di Kota Depok, dia mengatakan bahwa Pemerintah Daerah pastinya mengikuti petunjuk pusat secara khusus berkaitan dengan kondisi level PPKM-nya. Farida yakin sudah ada pengkajian yang dalam,  Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok. Dalam hal ini Divisi Kebijakan Bidang Data dan Informasi. Siap atau tidak itu kan ada prosesnya. “Kita tahu bahwa PTM di Depok akan dilakukan uji coba dulu. Disdik juga akan membuat simulasi serta pemetaan. Jadi tidak gegabah, ini semua isyarat untuk penyiapan segala sesuatunya,” ucap Farida.

Sebagai mitra penyelenggara pemerintah, pihaknya akan memastikan sejauh apa kesiapannya melalui rapat kerja antara Pemkot dan DPRD Depok. Pihaknya juga mengantisipasi agar tidak ada penyebaran virus di sekolah. “Jadi Konsep mitigasinya harus pasti. Agar tidak muncul klaster sekolah. Diantaranya peran Puskesmas di wilayah terdekat,” tegasnya.

Perlu diketahui, pelajar SMP di Kota Depok yang sudah mengikuti vaksinasi baru mencapai 23 persen, dari total jumlah 58.989 pelajar di sekolah negeri dan swasta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin ketika mengikuti vaksinasi massal di SMPN 11, Kecamatan Tapos, Kamis (19/8).

Thamrin menuturkan, sangat mengapresiasi BIN dengan adanya kegiatan vaksinasi massal untuk pelajar ini. “Awalnya 500 sasaran, tetapi akhirnya ditambah menjadi 1.000 pelajar hari ini. 700 untuk pelajar SMPN 11, dan 300 untuk SMPN 16 Depok,” ucap Thamrin kepada Radar Depok, Kamis (19/8).

Selain itu, Disdik bersama Dinkes juga merencanakan vaksinasi pelajar di seluruh wilayah di Kota Depok. Dinkes akan berkoordinasi dengan provinsi untuk ketersediaan vaksin. Ia menyebut, dari jumlah pelajar SMP negeri atau pun swasta di Kota Depok berjumlah 58.989 pelajar ditargetkan minimal 70 persen. Diharapkan, bisa segera memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Namun, saat ini baru 23 persen pelajar di Kota Depok yang sudah divaksin. Saat ini, kami masih menunggu ketersediaan vaksin, karena memang bagi pelajar hanya menggunakan vaksin jenis sinovac,” jelasnya.

Thamrin berharap, Minggu depan pelaksanaan vaksin bisa dilaksanakan di Kecamatan-Kecamatan lainnya.

Terpisah, anak usia 12-17 tahun ke atas sudah dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kota Depok. Vaksinasi dapat dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas wilayah tempat tinggal mereka maupun Rumah Sakit (RS).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) KementerianKesehatan (Kemenkes) Nomor HK.02.02/I/1727/2021. Yaitu tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun. “Sudah kami berikan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun yang dilakukan di Puskesmas dan RS,” tuturnya, Kamis(26/8).

Vaksin yang diberikan kepada usia anak tersebut menggunakan merek Sinovac. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada SE Kemenkes. Dia menambahkan, syarat yang harus dipenuhi antara lain memiliki KTP atau berdomisili di Kota Depok, kondisi sehat, dan tidak terkonfirmasi Covid-19 tiga bulan terakhir. “Pendaftaran vaksinasi disesuaikan di masing-masing fasilitas kesehatan, pendaftaran dapat dilihat pada media sosial Puskesmas dan RS,” tandasnya.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar