Ilustrasi persidangan
ILUSTRASI: Ilustrasi Persidangan.

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Korban penipuan berinisial IM yang menelan kerugian Rp500 juta lebih, dengan kedok kerjasama usaha akhirnya masuk dalam agenda persidangan pertama. Dengan pembacaan dakwaan pasal 378 penipuan, yang berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Depok, Kawasan Boulevard GDC, Senin (23/8).

“Saya senang ya bisa masuk sampai persidangan, karena sempat lambat prosesnya. Alhamdulillah naik sidang pertama hari ini,” terang IM kepada Radar Depok usai persidangan.

IM menceritakan, kejadian penipuan berawal saat tersangka berinisial F mencari tambahan modal usaha karpet, baju seragam dan mukena, yang bergerak di dunia fesyen. Perkenalan itu dari sang adik, yang mengajak dirinya untuk memberi modal dengan perjanjian bagi hasil.

“Awalnya F itu kurang modal, dan ajak adik saya cari pemodal. Kebetulan adik saya ngajak saya, saya tertarik dan bersedia,” ungkap IM.

Menurutnya, awalnya perjanjian itu berjalan dengan baik, karena merasakan keuntungan dari modal tersebut. Namun, beberapa bulan setelah itu, F melalui mulut manisnya mulai melancarkan aksi. Keuntungan yang harusnya diterima IM justru dialihkan F sebagai modal.

“Sempat berjalan lancar. Jadi saya tuh gak pernah bertemu langsung hanya melalui WA. Misalnya, ada lebihnya ditransfer ke saya. Karpet saya ada 10 untung saya 12. Nah 2 Juta nya itu ditransfer ke saya,” terangnya.

Dirinya mengaku, mempercayai terdakwa karena diberikan penjelasan yang dapat diterima akal sehat, sehingga tidak ada curiga yang berlebihan kepada F. Bahkan, IM sempat dijanjikan hadiah jika memberikan tambahan modal cukup besar kepada F.

“Karena mungkin dia sudah bingung memberikan alasan kepada saya. Maka dia bilanglah ‘kak ada umroh nih setiap pemesanan karpet misalnya sampai 127 karpet’,” kata IM menirukan ucapan terdakwa ketika itu.

Dirinya berharap ada keadilan yang didapatnya sebagai korban penipuan. Pasalnya, kerugian yang dialami korban cukup fantastis sebesar Rp500 juta. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR