Wartawan Senior
Egy Massadiah

Oleh Egy Massadiah, Wartawan Senior

RADARDEPOK.COM – Hari ini, 24 Agustus 2021, Ukraina merayakan 30 tahun kemerdekaannya. Momen kemerdekaan itu ditandai dengan runtuhnya atau bubarnya negeri Uni Soviet pada tahun 1991. Legitimasi kemerdekaan Ukraina diperoleh melalui proses referendum dengan dukungan 92,3 persen penduduk Ukraina.

Siap sangka, Indonesia sejatinya “berhutang” pada seorang pria kelahiran Ukraina yang bernama Dmitriy Manuilsky, atau dikenal pula dengan nama Dmytro Zakharovych Manuilsky. Menyitir kata-kata Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah”. Di hari bersejarah bangsa Ukraina hari ini, patut kiranya kita mengenang sejarah yang nyaris terlupakan ini.

Sejarah ini terajut pada awal kemerdekaan, yakni antara tahun 1945 – 1950 yang kita sebut sebagai periode perjuangan diplomasi mencari pengakuan dunia internasional atas kemerdekaan dan kedaulatan bangsa pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Di sinilah Uni Soviet berperan sangat besar. Dan Ukraina, saat itu, masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Negeri Beruang Merah itu merupakan salah satu negara yang menyambut baik lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Bukan hanya itu. Soviet juga termasuk yang mengecam segala bentuk kolonialisme.

Pada 21 Januari 1946, Dmitri Manuilsky, ketua utusan Republik Soviet Sosialis Ukraina di PBB, untuk kali pertama mengajukan masalah Indonesia kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam suratnya, Manuilsky menyatakan bahwa keadaan di Indonesia membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.

Dalam Sidang Umum PBB 25 Januari 1946, Manuilsky mendapatkan dukungan dari Edward Stettinius, utusan Amerika Serikat dan Abdel Hamid Badawy Pasha, utusan dari Mesir. Sidang DK PBB terkait Indonesia berlangsung alot selama enam hari (7, 9-13 Februari 1946). Dalam setiap sidang, Manuilsky bersikukuh dengan pendapatnya bahwa Indonesia dalam keadaan berbahaya sehingga PBB harus campur tangan.

Ketika Ukraina mengusulkan soal Indonesia dibahas dalam sidang DK PBB, sejak itu pula sengketa Indonesia-Belanda menjadi sengketa internasional sepenuhnya. Hingga di sini, Anda bisabayangkan, apa jadinya jika politisi Ukraina itu tidak gigih “mendukung kemerdekaan Indonesia”. Bisa jadi, Belanda makin merajalela mencengkeramkan kuku-kuku imperialismenya di bumi pertiwi, usai kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, tahun 1945.

Tak dipungkiri, jasa dan peran besar politisi kelahiran Ukraina 3 Oktober 1883 itu dalam mendukung dan membela Indonesia di forum dunia. Tak salah jika kita mengenal lebih dekat sosok Dmitriy.

Dmitriy Manuilsky adalah seorang revolusioner Bolshevik, politisi dan akademisi Soviet penting yang menjadi Sekretaris Komite Eksekutif Komintern, Komunis Internasional dari Desember 1926 hingga pembubarannya pada Mei 1943. Ia lahir 3 Oktober 1883 di perkampungan kecil bernama Sviatets, tak jauh dari Kremenets.

Kremenets adalah sebuah kota di Oblast Ternopil di Ukraina Barat. Ini adalah pusat administrasi Kremenets Raion, dan terletak 18 km timur laut dari Biara Pochayiv yang agung. Kota ini terletak di wilayah bersejarah Volhynia. Secara teritori, Kremenets masuk dalam teritori yang ketika itu dinamakan Volhynian Governorate, atau Kegubernuran Kekaisaran Rusia Republik Rakyat Ukraina. Ia wafat di Kyiv, tanggal 22 Februari 1959 dalam usia 76 tahun.

Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, nama Dimitriy Manuilsky begitu masyhur. Bahkan, dokumen sejarah mengabadikan bagaimana bangsa kita berterima kasih kepada Ukraina, berterima kasih kepada Manuilsky. Rakyat bahkan berparade di jalanan. “Pawai Terima Kasih Ukraina, Terima Kasih Manuilsky” itu terjadi pada 4 Februari 1946 di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia.

Keunikan Ukraina

Pasca lepas dari Uni Soviet, itu artinya Ukraina telah lepas dari tekanan dan pembatasan yang diberlakukan oleh sistem Soviet dalam hal budaya, bahasa, dan sejarah. Lambat-laun, Ukraina kembali menemukan jati dirinya, kembali menemukan keunikannya.

Kini, negara yang memiliki luas wilayah 603.628 km² dengan jumlah penduduk sekitar 44,5 juta jiwa itu makin dikenal dengan lukisan-lukisan yang bermutu tinggi, selain itu juga musik, teater, balet, sastra, film, sains dan olahraga. Sejumlah nama beken yang menyeruak ke penjuru dunia antara lain Valeriy Lobanovskyy, Andriy Shevchenko, Roman Olehovych Yaremchuk sebagai bintang sepakbola kelas dunia.

Di dunia keaktoran, ada nama Bohdan Sylvestrovych Stupka. Lalu di dunia mixed martial art, Ukraina juga memiliki aktor yang fenomenal, Yaroslav Amosov.

Di bidang keilmuan, Ukraina memiliki nama besar Borys Yevhenovych Paton. Lelaki kelahiran Kyiv 1918 itu meninggal di kota yang sama, pada 19 Agustus 2020. Sejak 1962 hingga kematiannya, Paton menjabat Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina. Penemuannya yang fenomenal adalah las listrik.

Sosok Ukraina lain yang patut dibanggakan adalah Kostyantynovych Kadenyuk. Dia adalah astronot pertama Ukraina yang terbang ke luar angkasa. Dia terbang di NASA Space Shuttle Columbia pada tahun 1997 sebagai bagian dari misi internasional STS-87. Kadenyuk memegang pangkat Mayor jenderal di Angkatan Udara Ukraina.

Negeri ini juga memiliki artis yang mendunia. Namanya Kvitka “Kasey” Cisyk (4 April 1953 – 29 Maret 1998). Ia adalah adalah penyanyi sopran coloratura Amerika dari etnis Ukraina. Cisyk, panggilan akrabnya, adalah penyanyi opera klasik terlatih, mencapai kesuksesan dalam empat genre musik: musik populer, opera klasik, musik rakyat Ukraina dan jingle komersial untuk iklan radio dan TV. Cisyk merekam lagu “You Light Up My Life” untuk film dengan judul yang sama (menang Oscar dan Golden Globe Awards pada 1978).

Sengketa Krimea

Ada cerita manis, ada pula cerita getir. Bersamaan peringatan 30 tahun kemerdekaannya, Ukraina juga memperingati 7 tahun pencaplokan dan pendudukan illegal Krimea oleh Rusia sejak 2014. Itulah saat-saat buruk, di mana hak asasi manusia telah diabaikan dengan pelecehan dan penganiayaan terus-menerus terhadap minoritas, terutama Tatar Krimea dan etnis Ukraina.

Jika pendudukan itu berlanjut, berpotensi terjadi pemusnahan penduduk asli, Tatar Krimea, di Semenanjung Krimea. Dalam persoalan tersebut, posisi Indonesia yang mayoritas muslim telah mendukung perjuangan Tatar Krimea dan persatuan Ukraina. Indonesia termasuk di antara 100 negara yang mendukung resolusi 2014 tentang integritas wilayah Ukraina.

Presiden Zelensky

Di bawah kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky, Ukraina berkomitmen mempercepat transformasi internal. Selama dua tahun terakhir, Pemerintah dan DPR telah mengambil langkah-langkah, antara lain penciptaan pasar tanah, reformasi perbankan, privatisasi skala besar, desentralisasi, dan lain-lain.

Proses reformasi jauh lebih rumit, karena setelah Ukraina merdeka, baru saat ini pemerintah negara itu mulai memperkenalkan pasar di sejumlah bidang, termasuk layanan kesehatan, pengelolaan limbah, atau transportasi. Dan ini bukan hanya tentang mengesahkan undang-undang, tetapi tentang memulai proses ini dari awal.

Pemerintah Ukraina telah menentukan poin utama pertumbuhan ekonomi. Prioritasnya adalah digitalisasi ekonomi, pasar persaingan bebas, pengembangan kewirausahaan dan daya tarik investasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dasar. Demikian antara lain informasi yang disampaikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta, kemarin (23/8/2021).

Tiga Agenda

Merayakan 30 tahun kemerdekaannya, Ukraina menggelar tiga sgenda penting dengan partisipasi mitra internasional. Pertama, KTT perdana Platform Krimea; Kedua, KTT Kyiv Pertama Para Ibu Negara; Ketiga, Parade Militer untuk Hari Kemerdekaan.

Adapun KTT Pertama Platform berlangsung 23 Agustus 2021. Platform Krimea adalah format konsultasi dan koordinasi baru yang diprakarsai oleh Ukraina untuk meningkatkan efisiensi respons internasional terhadap pendudukan Krimea, menanggapi tantangan keamanan yang berkembang, meningkatkan tekanan internasional terhadap Rusia, mencegah pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut, melindungi korban pendudukan rezim, dan mencapai tujuan utama: untuk menduduki Krimea dan mengembalikan kedaulatan Ukraina atas semenanjung.

Platform Krimea tidak berusaha untuk menggantikan pekerjaan besar di Krimea oleh PBB, ataupun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh UE, NATO, Amerika Serikat, dan mitra lainnya. “Ini justru akan melengkapi, mensistematisasikan dan memperkuat semua langkah yang telah ditempuh,” bunyi siaran pers itu.

Kementerian Luar Negeri juga meluncurkan situs resmi Platform Krimea. Situs web berisi kategori berikut: Krimea Sebelum Pendudukan, Krimea dalam Pendudukan, Platform Krimea, Jaringan Pakar Platform Krimea; dan KTT Platform Krimea.

Sementara, pada tanggal 23 Agustus, atas prakarsa Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska, KTT Para Ibu Negara Kyiv berlangsung di Kyiv untuk pertama kalinya dalam sejarah. Istri pemimpin dan suami pemimpin perempuan memainkan peran penting di negara mereka. Pada saat yang sama, kerja sama internasional antara ibu negara dan bapak-bapak tidak pernah sistematis.

Kesiapan Ukraina untuk mempertahankan kemerdekaannya, akan ditunjukkan dengan parade militer besar-besaran pada 24 Agustus. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun kemerdekaan, acara direncanakan dengan partisipasi perwakilan dan peralatan militer. semua kekuatan sektor keamanan dan pertahanan Ukraina dan negara-negara mitra.

Ukraina – Indonesia

Secara simbolis, hari ini Presiden Ukraina menunjuk duta besar yang profesional dan ambisius untuk NATO, Turki, Austria, Indonesia dan Tanzania (paruh waktu). Arah yang cukup berbeda, tetapi kepentingan Ukraina di mana pun kita dapat membuat Ukraina lebih kuat.

“Pada tahun 2022, kita akan merayakan hari jadi ke-30 terjalinnya hubungan diplomatik antara Ukraina dan Republik Indonesia,” demikian dinyatakan dalam siaran persnya.

Selama bertahun-tahun, kedua negara telah memperdalam persahabatan mereka dan membangun hubungan kerja sama di berbagai bidang termasuk bidang politik, ekonomi, akademik, dan budaya. Kerjasama perdagangan dan ekonomi selalu menjadi elemen penting dalam hubungan bilateral antara Ukraina dan Indonesia.

Terlepas dari situasi ekonomi dunia, perdagangan dan kerja sama ekonomi Ukraina-Indonesia ditandai dengan dinamika yang stabil, sehingga Republik Indonesia tetap menjadi mitra dagang terbesar Ukraina di kawasan ini.

Ekspor utama Ukraina ke Indonesia secara tradisional adalah gandum dan produk metalurgi. Impor barang Indonesia ke pasar Ukraina meningkat signifikan pada semester pertama tahun ini, terutama minyak sawit dan kakao.

Sektor yang paling menjanjikan untuk memperdalam perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi tetap adalah industri pertanian, teknik militer, energi, metalurgi, teknologi informasi, farmasi, dan makanan.

Di bidang kebudayaan, hubungan masyarakat Ukraina dan Indonesia juga semakin dekat. Seperti di Indonesia, orang Ukraina juga memahami dan percaya bahwa keragaman budaya merupakan faktor penting dalam kehidupan sehari-hari setiap negara.(*)