penyekapan pengusaha
TANGKAPAN GAMBAR : Tangkapan gambar kamera pengawas Margo Hotel tepatnya di lantai 15 yang menjadi lokasi penyekapan. Terlihat Handiyana menggunakan celana pendek dan kaos dan sang istri menggunakan hijab krim. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Setelah melakukan pendalaman atas kasus penyekapan yang terjadi pada pengusaha Depok, Handiyana Sihombing. Terkuak, korban pernah dilakukan tindak penyekapan dua kali dengan tindak kekerasan. Hal ini disampaikan Kuasa Hukum Handiyana,  Tatang, Selasa (31/8).

“Iya benar alami penyekapan dua kali. Pertama di ruang kerjanya, kedua di hotel Margo. Jadi ada dua TKP, keduanya alami kekerasan,” terangnya kepada Harian Radar Depok.

Saat penyekapan di ruangannya, kata Tatang, saat itu kliennya sedang diundang rapat perusahaan tersebut, untuk mengadakan workshop. Namun, setelah rapat dan kembali ke ruangan, sudah ada sekitar tujuh orang yang menanti kliennya.

Dari ketujuh orang tersebut, diantaranya ada owner serta oknum dan beberapa pihak perusahaan.  Sampai di ruangan tanpa ada basa basi, alat komunikasi kliennya di rampas, bahkan sampai diacungi senapan salah satu oknum.

“Owner disana perannya hanya memerintahkan untuk memukul klien saya, sampai klien saya terjatuh,” tegas Tatang.

Kliennya disuruh mengembalikan uang dengan total keseluruhan sekitar Rp90 miliar lebih. Dengan rincian, kliennya dimintai hingga Rp41 miliar dan sang istri kliennya sebesar Rp50 miliar, bahkan ada penambahan lagi untuk kliennya yang totalnya menjadi Rp73 miliar.

Tak berhenti sampai disana, kliennya juga diminta serahkan salah satu rumahnya untuk memenuhi sejumlah permintaan yang dilayangkan pihak perusahaan. Hal itu dipenuhi kliennya asalkan bisa bebas dari penyekapan.

“Setelah diminta dan dipaksa tanda tangan untuk penggunaan dana, klien saya sudah serahkan yang diminta, uang, rumah di Kalimulya dan 3 motor telah diserahkan, tapi itu belum cukup katanya. Sampai istirnya diminta Rp50 miliar,” bebernya.

kuasa hukum tatang
Kuasa Hukum Handiyana,  Tatang

Namun, Tatang menegaskan tidak akan menambah laporan lainnya terkait yang diterima kliennya dalam runutan kejadian. Pihaknya akan fokus pada penyekapan, yaitu pasal 333 KUHP.

Dua orang terduga pelaku, ucap Tatang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Depok setelah menjalani pemeriksaan, baik dari korban, saksi, dan bukti yang di dapat.

“Total ada 7 orang laporan kami. 2 telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Depok. Saat ini sedang memburu 5 orang terduga,” ucapnya.

Pihaknya, juga sedang berkomunikasi dengan pihak penyidik terkait adanya salah satu institusi keamanan negara yang turut serta melakukan penyekapan. Hal ini agar ada pencerahan untuk mengusut oknum dari institusi tersebut, sebab berbeda institusi dengan kepolisian.

Dari rekaman kamera pengawas, klien bersama sang istri melarikan diri setelah ada kesempatan. Namun keduanya berpencar, klien ke arah kiri dan sang istri ke arah kanan dari pintu kamar. Pada kamera tersebut juga terekam salah satu oknum yang berseragam loreng lengkap. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar