tsk kasus hoaks babi ngepet
DILIMPAHKAN : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Depok saat menerima pelimpahan berkas perkara babi ngepet yang viral beberapa waktu lalu di wilayah Sawangan, di Kantor Kejaksaan Negeri Depok, Kamis (28/8). FOTO: KEJAKSAAN FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perkara Babi Ngepet yang viral beberapa waktu lalu di wilayah Sawangan, kini masuk babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok telah menerima pelimpahan berkas perkara tersebut dari Polres Metro Depok, Kamis (28/8).

Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pelaku atas nama Adam Ibrahim disangkakan Pasal 14 Ayat (1) dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara UU RI Nomor 1 tahun 1946 dan Pasal 14 Ayat (2) dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Ya hari ini benar kami telah menerima pelimpahan berkas dari penyidik kepolisian. Tersangka  selanjutnya akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” tegas Herlangga saat menggelar konferensi pers di lingkungan kantor kejaksaan.

Ia menjelaskan, bahwa sampai saat ini, dalam perkara tersebut masih satu orang karena Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diberitahukan kepada Kepala Kejaksaan yang diterima hanya satu. Sesuai dengan hasil penyidikan kepolisian seperti ketentuan Pasal 1 angka 16 Peraturan Kepolisian Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana yang  diterima hanya satu, yaitu atas nama Tersangka.

“Sampai 14 September tersangka menjadi tahanan kejaksaan, dan selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Depok untuk dilakukan persidangan,” lanjut Herlangga.

JPU yang ditunjuk Kejari Depok pada perkara ini, sesuai dengan P 16A adalah Irvan Rinaldi, Putri Dwi Astrini dan Alfa Dera. Mengenai barang bukti dalam perkara ini, di antaranya berupa sound system. Ada juga Handphone yang diduga telah digunakan tersangka untuk melakukan tindak pidana.

Terpisah, Penasehat Hukum Tersangka M. Razali Siregar dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Justitia mengatakan, akan memberikan bantuan hukum dan pendampingan serta pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok semaksimal mungkin, hingga prinsip keadilan dan azas kebenaran dapat terwujud.

“Setiap warga negara berhak mendapat pendampingan hukum, fakta di persidangan akan menjadi tolok ukur dan kajian pembelaan hukum kami dalam perkara ini,” ungkapnya.

Diketahui Polres Metro Kota Depok menangkap pelaku penyebar berita bohong alias hoaks soal babi ngepet yang sempat menggegerkan warga Bedahan, Sawangan. Pelaku ternyata seorang tokoh masyarakat bernama Adam Ibrahim. “Kami sampaikan bahwa semuanya yang sudah viral dari sebelumnya itu adalah hoaks, berita bohong,” kata Kapolres Kota Depok Kombes Pol Imran Siregar waktu itu.

Dirinya menyebutkan, bahwa Ibrahim berkerjasama dengan delapan rekannya untuk membuat isu adanya babi ngepet. Ide itu tercetus saat Ibrahim mengetahui adanya beberapa warga sekitar yang kehilangan uang. “Jadi tersangka ini bekerjasama sekitar delapan orang membuat cerita, mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu bener. Ternyata itu rekayasa dari tersangka dan teman-temannya,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR