BPJS kesehatan cair
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Peserta BPJS Kesehatan punya kewajiban untuk membayar BPJS Kesehatan setiap bulannya, sesuai dengan kelas yang dipilih. Dengan begitu, peserta BPJS Kesehatan memiliki hak untuk mendapat jaminan kesehatan di tempat fasilitas kesehatan.

Tapi bagaimana jika seseorang tidak pernah masuk rumah sakit dan tidak pernah klaim BPJS Kesehatan tetapi ia membayar terus setiap bulannya. Apakah BPJS Kesehatan nya bisa dicairkan?

Jawabannya tentu tidak, karena BPJS Kesehatan sistemnya tidak sama dengan asuransi.

Mekanisme pembayaran BPJS Kesehatan adalah subsidi silang artinya jika BPJS Kesehatan seseorang tidak pernah di klaim berarti ikut ambil andil dalam membantu masyarakat lain yang sakit, sistemnya adalah gotong royong.

Dan jika sakit, maka akan memperoleh pelayanan kesehatan sebaik mungkin sesuai dengan besaran iuran yang dibayarkan setiap bulannya.

Lantas apakah BPJS Kesehatan ini kesannya merugikan? Jawabannya adalah tidak, karena dengan terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, maka segala bentuk penyakit bahkan dengan perawatan paling mahal sekalipun tetap akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, misal terkena penyakit yang mengharuskan untuk operasi dan sebagainya maka tetap akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Artinya adalah, tidak ada yang dirugikan dengan cara kerja BPJS Kesehatan. Kita tidak pernah tahu, kapan dan kenapa kita terkena satu penyakit, dan BPJS Kesehatan adalah sistem jaga-jaga yang paling efektif dan paling aman untuk kita lakukan karena benar-benar menjamin untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pesertanya.

Banyak juga yang bertanya, apakah sistem BPJS Kesehatan sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, jawabannya adalah berbeda.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan asuransi berupa jaminan sosial ekonomi kepada peserta dikemudian hari, jadi bentuknya sama dengan asuransi.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan jaminan sosial seperti jaminan pensiunan, jaminan hari tua, serta jaminan kematian.

Biaya BPJS ketenagakerjaan bisa dicairkan sewaktu-waktu sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan dalam BPJS Kesehatan, yang diberikan adalah jaminan kesehatan, artinya semua uang yang sudah dibayarkan tidak bisa lagi ditarik untuk keperluan lainnya, bahkan ketika peserta sudah meninggal dunia BPJS harus segera di nonaktifkan dan pembayarannya akan menjadi subsidi silang untuk orang lain yang sakit.

Selain itu, BPJS kesehatan tentu tidak memberikan santunan ataupun pesangon kepada pesertanya.

Selain itu banyak yang bertanya, apakah BPJS kesehatan menanggung pengobatan untuk penyakit kronis dan berbahaya? Jawabannya adalah BPJS Kesehatan menanggung biaya penyakit kronis, dan oleh karena itu per Agustus 2018 lalu BPJS Kesehatan mengalami defisit keuangan sebanyak 16,5 Triliun rupiah.

Hal ini dipicu oleh banyaknya angka penyakit kronis untuk masyarakat di Indonesia sehingga pemerintah harus membayarkan dengan anggaran negara. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya