Triple Untung Pajak
INI DIA: Petugas Pusat Pengelolaan Pendapatan (P3D) Wilayah Depok I menyosialisasikan Program Triple Untung Plus. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam upaya mendongkrak pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), masyarakat diminta memanfaatkan program Triple Untung Plus. Sejumlah relaksasi diberikan mulai dari bebas denda, pemberian diskon hingga undian berhadiah.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan (P3D) Wilayah Depok I, Dadi Darmadi menyebutkan, adanya triple untung plus sebagai relaksasi pajak bertujuan meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat guna menunaikan kewajiban pajak kendaraannya. Hadirnya relaksasi, membuat pemilik kendaraan tak perlu membayar denda bahkan akan diberikan diskon.

“Pemilik kendaraan tetap diharuskan membayar pajak kendaraan dengan besaran yang sudah ditentukan. Tetapi, sanksi atau denda yang seharusnya dibebankan sebesar dua persen dari nilai pajak tersebut dihilangkan. Sehingga cukup melunasi tunggakan pajak pokoknya saja dan tidak perlu membayar sanksi,” ucap Dadi kepada Radar Depok, Minggu (8/8).

Selain itu lanjut Dadi, Triple Untung Plus ini berbeda dengan Triple Untung yang digelar pada Maret sampai April 2020 lalu. Pada Triple Untung, tidak ada undian berhadiah bagi masyarakat.

“Plusnya tuh ada undian berhadiah. Jadi ada berbagai hadiah menarik bagi Wajib Pajak yang taat membayar pajak, mulai dari satu unit motor 150 cc, lima unit motor 110 cc, 10 Tabungan bjb senilai Rp5 juta untuk masing-masing rekening. 20 Tabungan bjb  Rp1 juta di tiap rekening, serta hadiah hiburan 20 bjb Digicash Rp200 ribu pada setiap rekeningnya,” tuturnya.

Program Triple Untung Plus 2021, berlangsung dari 1 Agustus sampai dengan 24 Desember 2021. Insentif keringanan yang ditawarkan antara lain pembebasan denda keterlambatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, bebas tunggakan PKB tahun kelima, diskon BBNKB, dan diskon pokok PKB sampai 10 persen, bagi yang membayar sebelum jatuh tempo.

“Syarat dan ketentuannya berlaku bagi orang pribadi yang memiliki dan atau yang menguasai kendaraan bermotor serta berlaku bagi badan, pemerintah, Pemdaprov Jabar, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa,” bebernya.

Relaksasi pajak merupakan upaya dari Pemda Provinsi Jawa Barat untuk menambah pemasukan asli daerah. Dadi, mengaku optimalisasi pajak PKB belum optimal, selain pandemi Covid-19, daya beli masyarakat Depok menurun dan berdampak kepada pembayaran pajak kendaraan.

“Tahun lalu capaiannya hanya 79 persen dari target. Dan tahun ini sampai dengan bulan Juli, baru tercapai Rp234,7 M atau 41 persen dari target Rp576 M. Khusus program Triple Untung Plus, kami optimis mencapai 100 persen target hingga program berakhir pada 24 Desember mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Triple Untung Plus yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Program tersebut memberikan diskon pajak kendaraan hingga penghapusan denda.

“Kami mendukung penuh dan meminta masyarakat bisa memanfaatkannya. Karena program ini sesuatu yang menguntungkan dan relaksasi bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Nina menyebut, 30 persen dari pendapatan pajak provinsi dikembalikan lagi ke Kota Depok. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh program ini karena tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetap juga kota/kabupaten setempat.

“Jadi, program ini sama-sama menguntungkan seluruh pihak. Harus kita dukung. Orang bijak taat pajak,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR