targetkan vaksin
TINJAU: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi Walikota Depok, Mohammad Idris, Kepala BPTJ Polana B Pramesti, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, serta Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf saat menyambangi pelaksanaan Vaksinasi di Terminal Jatijajar, Rabu (11/8). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah terus geber percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya di kota penyangga DKI Jakarta. Saat ini Jakarta sudah menyentuh 80 persen warga yang sudah divaksinasi. Sedangkan Kota Depok masih di 27 persen, dan ditarget akhir Agustus ini bisa mencapai 50 persen.

“Jadi di penyangga Jakarta harus kita tingkatkan (vaksinasi) itu perintahnya Presiden. Karena Jakarta sudah mendekati 80 persen, tinggal penyangga Jakarta ini harus kita tingkatkan agar level PPKM di wilayah Jabodetabek bisa meningkat lebih baik,” ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya saat monitor pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Rabu (11/8).

Budi Karya mengapresiasi sinergitas lintas sektor di wilayah Kota Depok yang telah melakukan percepatan vaksinasi. Dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. “Terima kasih kepada pak Walikota Depok, karena di Depok sendiri sudah mendekati 27 persen (vaksinasi). Masih ada rekonsiliasi data,” bebernya kepada Harian Radar Depok.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah bersama lembaga dalam percepatan vaksinasi, lanjut Budi, pihaknya telah memberikan vaksin Covid-19 kepada 200 ribu masyarakat di seluruh indonesia dalam membentuk herd immunity. Semua Kementerian atau lembaga (K/L) melakukan intensifikasi vaksinasi. Kemenhub sudah melaksanakannya, bersinergi dengan TNI, Polri dengan pemerintah daerah dan lembaga lain. “Setiap minggu kami lakukan di setiap lokasi, di seluruh Indonesia. Paling tidak Kemenhub turut andil supaya proses dari vaksinasi ini berjalan dengan baik,” terangnya.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris menuturkan, terus mendata agar jangan sampai ada warga yang berpindah-pindah antar wilayah saat melakukan vaksinasi. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi juga sebagai bukti kolaborasi aktif antara kementerian dan lembaga.

“Makanya aglomerasi ini harus segera selesaikan termasuk pendataan ya pendataan ini harus konkret, harus jelas. Sehingga jangan sampai misalnya ada warga Jakarta yang vaksinnya di Depok, vaksin dosis pertama, ketika pulang ke Jakarta dia minta vaksin di Jakarta dosis dua belum datang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Idris mengungkapkan pendataan vaksinasi Kota Depok akan dihitung secara manual. Sampai saat ini, capaian vaksinasi di Kota Depok telah mengalami peningkatan. “Sudah kami hitung, tadinya 18 persen sekarang 25 persen dari 1.6 juta warga yang telah divaksin. Masih diproses rekonsiliasi data,” ucapnya.

Pemkot Depok akan melakukan percepatan vaksinasi masyarakat, salah satunya melalui vaksinasi keliling di RSUI. Dengan target 6.000 orang yang akan divaksin. “Harus ada percepatan, diantaranya vaksin keliling. Jadi temen-temen misalnya ada di kampung tertentu 20 orang, silahkan daftar nanti akan dijemput atau kita sewakan angkot ke RSUI pulang pergi secara gratis,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syafullah

Editor : Fahmi Akbar