EMil Jabar
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi covid-19 sudah berlangsung lebih dari satu tahun, dan telah mengubah pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring atau jarak jauh. Hal ini pun memunculkan kekhawatiran akan tertinggalnya siswa mengikuti materi pelajaran.

Dalam waktu dekat, sekolah-sekolah di Jawa Barat pada daerah Level 2-3 tingkat kewaspadaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperbolehkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sehubungan dengan PTM di Jabar ini, vaksinasi Covid-19 untuk siswa disebut tidak menjadi syarat utama.

“Sesuai kesepakatan rapat bersama pak Luhut, Pak Menteri Pendidikan pada dasarnya vaksin itu tidak dijadikan syarat utama untuk murid, tapi kalau untuk guru itu jadi syarat utama,” ungkap Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Minggu (29/8).

Pria yang kerap disapa Emil itu memastikan pada sejumlah wilayah Jabar guru-guru telah menjalani vaksinasi Covid-19. PTM di Jabar diperkirakan dapat dimulai awal September ini. Adapun, wilayah yang didahulukan untuk menggelar PTM adalah daerah yang berada pada level 2.

“Di Jabar saya sudah pastikan ada wilayah-wilayah yang gurunya sudah divaksin semua,” tegasnya.

“PPKM level 2 misalkan bisa didahulukan, gurunya sudah divaksin saya kira itu diperbolehkan apalagi kalau murid-muridnya juga sudah bisa diakselerasi. Karena kalau terlalu lama online juga ada kajian yang cukup mengkhawatirkan,” tambahnya.

Sementara itu, ada empat wilayah di Jabar yang sudah memasuki level 2 seperti yang Emil sampaikan menjadi wilayah yang didahulukan untuk menggelar PTM, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Majalengka dan Subang.

Sementara ada 19 daerah yang kini berada pada level 3, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Indramayu.

Selanjutnya Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Selain itu, masih ada 4 daerah PPKM level 4 di Jabar yakni Kabupaten/Kota Sukabumi, Kota Cirebon dan Kabupaten Cianjur. Cianjur masuk dalam kategori risiko tinggi, satu-satunya daerah di Jabar yang zona merah.

“Kemudian kemarin sudah ada kesepakatan memang yang wajib vaksinasi itu guru-gurunya, karena untuk yang murid belum jadi kewajiban karena tingkat vaksinasi yang masih belum maksimal tapi yang gurunya wajib,” katanya.

Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yang mengatur hal tersebut. Yakni Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Terpisah, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih mengatakan, salah satu faktor yang signifikan adalah fakta bahwa tidak semua sekolah atau orang tua memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah. Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk segera melakukan PTM terbatas di wilayah yang masuk dalam PPKM level 1 sampai 3.

“Pembelajaran tatap muka terbatas harus segera dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya learning loss, namun tentu harus memperhatikan kondisi lingkungan sesuai instruksi dari Presiden,” ungkap dia dikutip, Minggu (29/8).

Saat ini pun pihaknya berkolaborasi dengan dinas pendidikan daerah dalam mendorong kesiapan sekolah melakukan PTM terbatas. Terutama, untuk meredam kekhawatiran orang tua karena anak-anaknya belum divaksinasi.

“Sekolah harus berkolaborasi dengan dinas pendidikan setempat, menyiapkan daftar periksa, dan psikologis semua pihak, terutama orang tua yang mengkhawatirkan anak-anaknya untuk kembali belajar di sekolah,” imbuhnya.

Di sisi lain, dirinya juga mengingatkan bahwa orang tua tetap menjadi penentu utama bagi siswa dalam pelaksanaan PTM. Untuk itu, sekolah diharapkan dapat menyosialisasikan mekanisme dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh peserta didik saat berada di sekolah.

“Yang perlu ditekankan adalah komunikasi kepada semua pihak agar kita disiplin melakukan protokol kesehatan dan bisa menjalankan PTM Terbatas dengan matang,” tandasnya. (muh/b/gun/jpc)