Kemenag Depok Penyuluh Agama
TINGKATKAN WAWASAN: Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, H Asnawi saat memimpin jalannya pelaksanaan pemetaan penyuluh agama di Aula Kantor Kemenag Depok. FOTO: KEMENAG FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 110 penyuluh agama Islam terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS dilakukan pemetaan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok melalui Seksi Bimas Islam, di Aula Kantor Kemenag Depok, Kawasan Boulevard GDC.

Kepala Kemenag Kota Depok, H. Asnawi menyebutkan, jika sebagai aparatur sipil sekaligus pengabdi negara harus menciptakan persatuan dan kesatuan. Karena penyuluh agama memiliki peran penting, sehingga posisi strategis dalam menumbuhkan nilai persatuan dapat dilakukan penyuluh agama.

“Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam hal memberikan pemahaman tentang nilai agama yang santun, dan toleransi beragama,” terang Asnawi kepada Radar Depok, Kamis (9/9).

Selain letaknya strategis, Asnawi melanjutkan, penyuluh agama juga menjadi kerangka dalam membangun serta menjaga persatuan. Sebab jadi salah satu aparatur untuk bersama pemerintah menjaga kesatuan. Ia juga menegaskan, pelaksanaan pemetaan ini akan menjadi dasar bagi peningkatan kompetensi dan peningkatan kinerja Penyuluh Agama Islam, khususnya di Depok yang juga memiliki tugas memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam menjaga mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

“Jadi kami lakukan pemetaan dengan efektif, agar maksimal bersama pemerintah dan masyarakat menjaga keutuhan bangsa,” tambah Asnawi.

Kasi Bimas Islam Kemenag Depok, Hasan Basri memastikan jika pemetaan penyuluh agama berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 524 Tahun 2021. Tujuannya, menambah wawasan dan pemahaman kebangsaan di Jawa Barat.

“Total 110 orang, 20 PNS dan 90 non PNS,” ucap Hasan kepada Radar Depok.

Peserta pemetaan dibagi menjadi enam. Yaitu, Cimanggis dan Tapos (23/8), Bojongsari dan Beji (24/8), Limo dan Cinere (25/8), Pancoranmas dan Cipayung (26/8), Cilodong dan Sukmajaya (27/8), serta Sawangan (28/8).

“Dilakukan tes tulis dan wawancara, jika memang ada yang perlu dikoreksi atau diklarifikasi,” bebernya.

Sementara itu, Enumerator Pelaksanaan Pemetaan di Kota Depok, Niran Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program dari Kemenag RI yang di laksanakan serentak di delapan provinsi, termasuk di 27 Kabupaten atau Kota di jawa Barat yang melaksanakan tes wawasan kebangsaan dan tes wawasan keberagamaan.

“Harapan ke depan tentunya agar Penyuluh Agama Islam lebih baik, bertambah wawasan kebangsaan dan keberagamaannya,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR