jumlah orang tervaksin
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merilis data, sebanyak 73,8 juta orang Indonesia telah mendapatkan setidaknya 1 suntikan vaksin virus Korona (Covid-19). 

Berdasarkan data hingga Senin (13/09) pukul 18:00 WIB, dari 73,8 juta penerima vaksin Covid-19, 42,32 juta orang di antaranya telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid-19.

“Sudah lebih dari sepertiga sasaran vaksinasi yang mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19. Hal ini merupakan buah dari kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat luas. Pemerintah mengharapkan kerja sama ini bisa terus diperkuat sehingga cakupan vaksinasi bisa lebih maksimal,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Senin (13/09).

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia menjadi negara dengan realisasi penyuntikan vaksin terbanyak ke-4 di Asia. Negara dengan realisasi penyuntikan vaksin tertinggi secara berturut-turut adalah Tiongkok, India dan Jepang. 

Menkominfo Johnny memastikan, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan percepatan vaksinasi hingga target 208 juta suntikan dapat tercapai.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat dan memperkuat pelaksanaan program vaksinasi nasional,” jelasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan program ini sangat berperan penting dalam keberhasilan pengendalian pandemi dan proses transmisi menuju endemi di Indonesia.

“Tentunya, vaksinasi ini tetap harus dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, pemerintah akan berfokus untuk menggenjot vaksinasi untuk kelompok lansia dan remaja.

Catatan saja, realisasi vaksinasi untuk kelompok masyarakat lansia baru mencapai 26,43% untuk dosis 1 dan 18,73% untuk dosis 2. Sementara itu, realisasi vaksinasi kelompok remaja mencapai 11,83% untuk dosis 1 dan 8,12% untuk dosis 2.

Johnny menjelaskan, vaksinasi untuk kelompok lansia sangat penting karena kelompok tersebut memiliki tingkat kematian akibat COVID-19 cukup tertinggi. Di sisi lain, vaksinasi untuk kelompok masyarakat usía 12-17 tahun juga perlu dipercepat untuk mendukung kelancaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara aman. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya