ilustrasi masjid
ILUSTRASI : Suasana Masjid Balaikota Depok saat melangsungkan Salat Magrib. Saat ini Kementerian Agama mengucurkan bantuan bagi masjid maupun musala yang terdampak pandemi Covid-19. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok melalui Bimas Islam, mulai menyalurkan bantuan operasional bagi masjid serta musala yang terdampak Covid-19. Upaya ini sebagai bentuk penyegaran rumah ibadah dalam mengahadapi pandemi.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Depok, Hasan Basri menerangkan, bantuan tersebut langsung diberikan dari Kemenag Pusat, sementara Kemenag Depok hanya mengeluarkan rekomendasi, sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat bantuan.

“Tercatat yang menerima bantuan sebanyak 52 masjid dan 12 musala. Itu yang sudah berhasil mengupload permohonan,” terangnya kepada Radar Depok, Kamis (30/9).

Setiap masjid maupun musala nantinya, kata Hasan akan menerima bantuan uang tunai Rp20 juta untuk masjid dan sebesar Rp10 juta untuk musala. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk pembelian sarana terkait penanggulangan dampak Covid-19, seperti masker, hand sanitizer, cairan disinfektan, alat pengukur suhu tubuh, cairan sabun cuci tangan, obat-obatan atau vitamin dan lain-lain.

“Bisa juga untuk program sterilisasi masjid dan musala, langganan daya dan jasa seperti listrik, air, internet, kebersihan dan keamanan,” ungkap Hasan.

Namun, agar mendapatkan bantuan, masjid maupun musala harus memenuhi persyaratan serta prosedur yang telah ditetapkan Kemenag pusat. Salah satunya Masjid dan Musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag yang telah memiliki ID Masjid.

Selanjutnya, harus mempunyai rekening bank atas nama masjid atau musala yang bersangkutan, dan terakhir keberadaan Masjid maupun Musala berada di daerah yang terpapar pandemi.

Pemberian bantuan ini tentunya akan menjadi stimulan bagi takmir masjid maupun musala dalam melayani umat secara optimal di masa pandemi,” ungkapnya.

Ia membeberkan, prosedur permohonan bantuan, pertama, lemohon bantuan mengunggah dokumen permohonan bantuan melalui https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan. Kedua, dokumen permohonan bantuan terdiri atas, permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam atau Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.

Lalu ketiga, rekomendasi pada SIMAS yang dikeluarkan Kementerian Agama setempat. Keempat, Fotokopi SK Susunan Kepengurusan. Kelima, Rencana Anggaran Biaya (RAB). Keenam, fotokopi buku rekening bank atas nama masjid atau musala yang masih aktif. Ketujuh, surat pernyataan kebenaran dokumen yang ditandatangani oleh Ketua Pengurus bermeterai. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro