masih sepi mal
ILUSTRASI : Suasana salah satu mal di Kota Depok yang telah mempersiapkan penerapan wajib vaksin untuk seluruh pengunjung yang hadir. Pemerintah juga akan kembali merencanakan penerapan anak usia 12 tahun boleh masuk mal. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberi lampu hijau terkait anak di bawah 12 tahun masuk mal. Hanya saja, semuanya masih belum ada kepastian teknis yang ditentukan, agar tidak menjadi penambahan kasus Covid-19. Hal ini diungkapkan langsung Walikota Depok, Mohammad Idris, Rabu (15/9).

“Kita masih menunggu keputusan dari pusat ya. Jadi belum ada soal teknisnya,” jelasnya kepada Harian Radar Depok di Kantor Balaikota, Jalan Margonda Raya, Rabu (15/9).

Dalam hal ini, kata walikota, Pemerintah Kota Depok tidak dapat menentukan teknis penerapan anak usia di bawah 12 tahun. Sebab acuan dari Pemerintah Pusat belum ada keputusan untuk penerapan tersebut.

Memang diketahui, dorongan akan penerapan masuknya anak usia 12 tahun ke pusat perbelanjaan terus mengalir. Mengingat, hal ini menjadi langkah efektif demi mendongkrak peningkatan perekonomian daerah.

Anggota Komisi D DPRD Depok, Suparyono

Hal ini juga dibenarkan, Anggota Komisi D DPRD Depok Suparyono. Menutur dia, tak dipungkiri aktifitas mal yang efektif dapat menaikan perekonomian daerah. Apalagi, fungsi mal kini telah bergeser, yang tadinya tempat perbelanjaan semata berubah menjadi berbagai tempat keluarga.

“Jadi bukan sekedar tempat belanja, tapi sudah lebih dari itu, tempat hiburan keluarga, makan, rekreasi anak,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Menurutnya, penerapan tersebut harus menjadi perhatian yang sangat serius, mengingat ini menyangkut anak. Sehingga protokol kesehatan (Prokes) wajib diterapkan dengan ketat, dengan didampingi orang tua yang telah divaksin maupun keluarga yang menjaga telah di vaksin.

Penerapan ini, serupa dengan penerapan PTM yang orang sekitarnya juga wajib divaksin, yang nantinya akan membentuk herd immunity dalam satu tempat. “Harus didampingi. Bagi anak yang sudah 12 tahun untuk tidak diizinkan pergi sendiri ke mal, tetap wajib pendampingan,” tutur Suparyono.

Dilokasi terpisah, Marcomm Margo City Mall, Reza Ardiananta mengaku, menyambut baik penerapan apapun yang diputuskan pemerintah, karena tentunya akan menjadi kebaikan masyakat, terutama untuk meningkatkan ekonomi. “Yang pasti telah dikaji dengan baik ya, dari pakar dan ahli. Intinya kami selalu mendukung,” tambahnya.

Pihaknya memastikan telah mempersiapkan prasaran protokol kesehatan, untuk selalu digunakan pengunjung selama di area mal. Penerapan wajib vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi juga telah menyeleksi jika yang masuk telah di vaksin. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar