mal sepay
SEPI : Pengunjung yang datang ke dalam mal Pesona Square masih tampak sepi, sedari PPKM membolehkan mal dibuka. IST

RADARDEPOK.COM – Anak masuk ke mal di Kota Depok hanya tinggal menunggu waktu. Senin (20/9), pemerintah pusat memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  di level 3 dan 2 memperbolehkan anak di bawah usia 12 tahun masuk mal. Tapi, kebijakan tersebut batu diuji coba :  Jakarta, Bandung, Semarang, DIY dan Surabaya. Kepastian tersebut disampaikan pemerintah saat mengumumkan perpanjangan PPKM Level sedari 21 September sampai 4 Oktober.

“Saat ini tidak ada lagi kabupaten atau kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali, semua di level 3 dan 2,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat konferensi pers di Youtube Sekretariat Negara, Senin (20/9).

Luhut mengatakan, saat ini tidak ada daerah level 4 di wilayah Jawa dan Bali. Dalam perpanjangan PPKM ini, terdapat sejumlah penyesuaian aturan yang akan diberlakukan salah satunya yakni uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun. Tentunya dengan pengawasan dan pendampingan orangtua. Mal yang diuji coba di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY dan Surabaya.

Menurutnya, perubahan PPKM level diberlakukan selama 2 minggu untuk Jawa-Bali. Namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi begitu cepat. Luhut meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan COVID-19. Dia mengatakan pemerintah juga tak akan melakukan perubahan yang drastis. “Kami tak akan lakukan perubahan yang drastis. Saya mohon pengertian teman-teman masyarakat Indonesia untuk hal ini,” katanya.

“Kenapa tidak? Karena kita tak mau membuat kesalahan dan banyaknya yang tidak kita ketahui juga mengenai Delta varian ini,” tambahnya.

Namun, jika peraturan tersebut diterapkan di Kota Depok, pemilik usaha seperti mal akan siap untuk beroperasi. Salah satunya Depok Town Square (Detos). Director Depok Town Square, Sutikno Pariyoto mengatakan, jika peraturan tersebut ditetapkan di Kota Depok maka pihaknya akan menyambut dengan  baik. “Kalau kita sih pasti ikut aja kalau memang sudah boleh. Pasti kita jalani,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (20/9).

Dia mengungkapkan, masyarakat akan berantusias untuk menunjungi mal. Karena selama PPKM berjalan, mal di Depok dibatasi jam operasinya. “Kami dengan senang hati jika masyarakat dapat berkunjung ke mal lagi, pengunjung keluarga muda pasti lebih antusias,” ungkapnya.

Terpisah, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menuturkan, pemerintah tidak memiliki tujuan yang pasti dengan adanya peraturan baru seperti memperbolehkan anak usia dibawah 12 tahun masuk ke dalam mal.

“Dengan adanya peraturan seperti itu, Pemerintah tidak memiliki tujuan apa-apa. Tapi ya terserah saja, yang membuka peraturan ini kan kota,” tuturnya.

Tri Yunis juga mengutarakan, jika anak dibawah umur 12 tahun diperbolehkan mengunjungi mal dengan dampingan orang tua. Maka setiap orang tua harus memiliki aplikasi PeduliLindungi serta melakukan vaksin sebanyak dua kali. Ini untuk memastikan pengunjung mal tersebut tidak terinfeksi Virus Korona.

“Anak dibawah 12 tahun kan belum bisa vaksin, artinya harus ditanya terlebih dahulu pada anak tersebut apakah pernah sakit atau tidak. Dan harusnya diadakan skrining khusus untuk anak dibawah 12 tahun,” tandasnya (cr1/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar