polri bantu anak korban covid-19
BINA : Biro Psikologi SDM Polri memberi trauma healing kepada anak yatim korban Covid-19, di Rumah Kabeda, Senin (6/9). ist

RADARDEPOK.COM, KUKUSAN – Covid-19 tentu meninggalkan pengalaman buruk. Misalnya bagi anak yang mesti kehilangan orang tua lantaran tertular virus asal Tiongkok itu.

Melihat kondisi tersebut, Polri tidak tinggal diam. Mereka mengerahkan tim psikolog untuk mendampingi anak yang jadi yatim akibat korona.

psikologi polri bantu anak korban korona
DAMPINGI : Polri beri trauma healing kepada anak yatim korban Covid-19. ist

Kepala Biro Psikologi SDM Mabes Polri, Brigjen Kristiyono mengungkapkan, program trauma healing ini bekerjasama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) dan TNI AU. Ditujukan untuk memulihkan kondisi psikologi anak.

Guna memberikan pemulihan psikologis pada anak-anak yang terdampak Covid-19,” ungkapnya selepas memberi trauma healing kepada anak, di Rumah Kabeda, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Senin (6/9).

Lebih lanjut, kata dia, secara psikologis anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 tentu akan mengalami guncangan. “Sampai ada yang diajak ngomong nggak mau, karena teringat orang tuanya. Kemudian wajahnya tidak ceria, seperti orang setres,” sambungnya.

Kristiyono berharap, melalui pendampingan piskologis ini, anak-anak tersebut bisa kembali pulih kembali. Saat ini fokus kegiatan berlangsung di Kota Depok.

Kami tentu berharap anak-anak ini pulih, dia mau bicara, riang kembali, punya semangat untuk sekolah, dan berinteraksi sosial seperti semula.”

Program pertama ini, lanjut Kristiyono, diikuti sebanyak 56 anak-anak Kota Depok. “Ada 56 anak. Mereka dari umur balita sampai dengan yang usia 12 tahun. Saat ini fokus kegiatan kami hanya khusus di wilayah Depok,” pungkasnya. (rd/jun)