atlet muathai depok ryan
LAGA : Ryan Renaldy saat berlaga dalam salah satu pertandingan bergengsi tingkat Nasional. DOK KONI DEPOK

RADARDEPOK.COM – Seluruh lapisan masyarakat Kota Depok wajib berbangga hati pada atlet berprestasi Muaythai, Ryan Renaldy yang mewakili Provinsi Jawa Barat pada PON XX Papua 2020.  Ryan berhasil berjibaku dan marangsek masuk ke babak semi final di tanah provinsi Mutiara Hitam.

Ketua Humas KONI Depok, Muhammad Abdul Aziz Al Faruqi menerangkan, atlet Muaythai dengan nama Ryan Renaldy memang menjadi gacoan Jawa Barat, dalam meraih emas di PON Papua Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai. Meski terbilang cabor ini nasih seumur jagung dalam perhelatan bergengsi olahraga se-Indonesia.

“Ryan sekarang melaju ke semi final, dia atlet berprestasi Depok di cabor Muaythai. Memang Ryan mempunyai track record yang sangat baik dalam dunia Muaythai,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (29/9).

Faruqi memastikan, atlet Muaythai itu telah dalam kondisi yang sangat prima, sehingga sangat berpotensi meraih medali emas dalam PON kali ini. Ryan diajak karena prestasinya yang konsisten dalam Cabor muaythai.

Memang sebelumnya, Ryan telah menyingkirkan tiga lawannya dari provinsi berbeda untuk mengantongi tiket melancong ke PON tahun ini. Saat itu, Selekda pra-PON, Ryan berhasil mengalahkan lawan dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pada PON sebelumnya Ryan berhasil mendapat perak. Itu pun karena alami cedera sehingga pelatih melemparkan handuk kepada Ryan, mencegah hal yang buruk terjadi,” ungkapnya.

Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto menambahkan, kini dipastikan kondisi prima Ryan, ditambah pengalaman hingga kemampuan, membuat Ryan akan memenangi medali emas. Demi tercapainya raihan maksimal, dukungan masyarakat Depok hingga provinsi Jawa Barat sangat berpengaruh, karena sebagai kekuatan psikologis atlet.

“Kami sangat harapkan dukungan dari masyarakat, khususnya Depok, karena kami berjuang mengharumkan nama Depok, karena Ryan atlet berprestasi milik Kota Depok,” tutupnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar