pinjol lipsus terakhir
KIRI DAN KANAN : Manager Operasional Bank BJB Kota Depok, Kiki Taufiq dan Kepala Cabang BTN Syariah Kota Depok, Anton Wahyudi. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Kota Depok, Anton Wahyudi mengatakan, ada keterkaitan antara pinjaman online dan perbankan sendiri, yang mana pada saat berhasil melakukan pengajuan pinjaman online. Nasabah dapat memilih untuk mencairkan dana ke rekening yang dimiliki.

“Jadi keterkaitannya dengan pinjol hanya pada saat nasabah berhasil melakukan pengajuan pinjaman, mereka bisa pilih ingin mengajukan ke rekening bank yang mana,” ujarnya kepada Radar Depok, Minggu (12/9).

Dia mengungkapkan, perbedaan terlihat pada pengajuan pinjaman, yang mana pinjaman online lebih mengarah ke pencairan dana atau berupa uang tunai. Namun untuk bank pada umumnya hanya dapat pengajuan seperti salah satunya yaitu Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

“Kalau pinjol mungkin hanya pinjaman berupa uang, tapi untuk rata-rata bank ada yang  tidak memiliki pengajuan pinjaman berupa uang, pengajuan salah satunya  KPR yang mana dapat melakukan cicilan rumah dengan bunga rendah,” ungkapnya.

Sedangkan, Manager Operasional Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Kota Depok, Kiki Taufiq menjelaskan, untuk bunga pada pinjol sendiri memang tinggi dan membuat nasabah tercekik. Biasanya, pinjaman online illegal lebih mudah untuk pengajuan serta pencairan dana. Hanya memerlukan KTP, dan verifikasi wajah serta mengakses ke kontak peminjam.

“Kalau pinjaman oline illegal memang mudah hanya menggunakan KTP,verifikasi  muka dan akses kontak, jadi kalau nasabah telat bayar mereka langsung sebar data,” jelasnya.

Pinjaman di Bank tidak memerlukan verifikasi wajah, hanya memerlukan KTP, KK, Surat keterangan kerja, dan slip gaji. Meski memerlukan banyak syarat, pinjaman bank akan menjaga data nasabahnya, karena banyak perbankan yang di awasi oleh Bank Indonesia (BI).

Selain itu, jika nasabah ingin mengajukan pinjaman di perbankan, salah satu syaratnya juga Bank harus mengetahui karakter pada debitur dengan cara mengecek di OJK SLIK.

“Syarat mengajukan pinjaman di perbankan juga salah satunya kita cek di SLIK OJK, setelah di cek nanti akan ketahauan apakah debitur memiliki pinjaman di bank lain atau tidak,” ucapnya.

Denda pada pinjaman online dihitung 0,8 persen setiap harinya pada jangka waktu satu bulan. Namun, untuk denda pada perbankan 10 persen untuk KPR setiap tahunnya. “Untuk kartu kredit bunganya dua persen setiap bulan, dan untuk KPR 10 persen setiap tahunnya. Akan tetapi setiap bank memiliki bunga yang berbeda, namun tidak mencekik seperti pinjaman online,” katanya.

Namun, saat ini pihak BJB mengadakan program yang di buat oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Program tersebut adalah Kredit Mesra yang bekerjasama dengan keagamaan dan bertujuan untuk membantu UMKM agar terhindar dari pinjaman online.

Syarat pengajuan Pinjaman Program Kredit Mesra ini salah satunya UMKM Harus melapor kepada DKM. Pihak DKM akan mengajukan ke pihak BJB. Nantinya, calon debitur akan mendapatkan limit 5 juta dengan tenor 6 – 12 bulan.

“Program ini di hadirkan oleh bapak Gubernur demi membantu UMKM agar terhindar dari pinjaman oline. Dengan syarat harus memiliki data diri KTP, KK, Surat menikah hingga di cek SLIK apakah calon debitur memiliki pinjaman atau bermasalah di bank lain,” jelasnya.(cr1/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar