developer nakal
MATANGKAN LAHAN : Developer Perumahan YVE Habitat di Blok Rawa Sapi RT3/4, Kelurahan Grogol, Limo Kota Depok terang-terangan melakukan pematangan lahan tanpa mengantongi surat rekomendasi perizinan. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pegembang perumahan di Kota Depok kembali menutup mana soal perizinan. Developer Perumahan YVE Habitat di Blok Rawa Sapi RT3/4, Kelurahan Grogol, Limo Kota Depok terang-terangan melakukan pematangan lahan tanpa mengantongi surat rekomendasi perizinan. Kuat dugaan, YVE Habitat juga tidak memiliki Izin Pemanfaatan Ruangan (IPR), izin UKL – UPL, Amdal, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Pembangunan unit rumah diseberang Blok Rawa Sapi kami memang sudah mengeluarkan rekomendasi perijinan, namun untuk yang di Blok Rawa Sapi RT3/4, sampai sekarang kami belum mengeluarkan rekomendasi perizinan,” kata Lurah Grogol, Danudi Amin kepada Harian Radar Depok, Senin (27/9).

Terkait rekomendasi perizinan yang seharusnya sudah diurus pengembang, lurah menduga hingga saat ini pihak pengembang perumahan belum mengantongi kelengkapan perizinan. Diantaranya IPR, izin UKL – UPL, Amdal, dan IMB.

Danu menyesalkan, kelalaian dan sikap abai yang diperlihatkan pengembang dalam mengurus perizinan. Pasalnya, proses penataan lahan dengan menggunakan alat berat dilokasi sudah cukup lama. Namun, pihak pengembang tak juga mengurus rekomondasi perizinan.

“Proses penataan lahannya sudah lebih dari sebulan. Namun, sampai sekarang belum ada perwakilan pengembang perumahan yang datang  ke kantor kelurahan mengurus rekomendasi perizinan ,” tegas Danu.

Ingin mengetahui apakah pihak pengembang sudah berkoordinasi dengan warga sekitar berikut pengurus lingkungan setempat. Danu mengaku, telah memerintahkan petugas Tramtibum Kelurahan Grogol untuk mendatangi lokasi untuk mempertanyakan prihal perizinan kepada pengembang. Hasilnya, ternyata warga dan pengurus lingkungan telah menanda tangani pernyataan tidak keberatan atas aktivitas itu pada tanggal 6 September 2021.

“Saya baru dapat dari Tramtib hari ini (kemarin) bahwa pada tanggal 6 September, ternyata warga dan pengurus Ketua RT serta Ketua RW sudah tanda tangan surat pernyataan tidak keberatan atas aktivitas penataan lahan disana, berkas itu saya dapatkan setelah mengutus petugas tramtib ke lokasi,” tuturnya.

Terpisah, Ketua RW4 Kelurahan Grogol, Radi enggan menjawab konfirmasi soal koordinasi pihak pengembang perumahan kepada warga dan pengurus lingkungan. “Silahkan ke lokasi saja, saya sedang ditempat kerja, dan saya lagi zoom,” kilah Radi.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar