Ketua MUI Depok KH Mahfud Anwar
Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

Oleh : K.H.A.Mahfudz Anwar, (Ketua MUI Kota Depok)

RADARDEPOK.COM – Tidak dipungkiri lagi bahwa setiap mukmin yang baik dipastikan mempunyai teman atau sahabat yang banyak. Karena tidak ada seorangpun di antara sesama mukmin yang menghendaki pertengkaran maupun permusuhan. Ibaratnya ada magnit yang saling menempel. Dan akidah mukmin itulah yang menjadi perekat utama di antara satu mukmin dengan mukmin lainnya. Sehingga berbagai kepentingan dapat menyatukan mereka. Karena dalam menjalankan agama dibutuhkan jama’ah atau kekompakan antar individu, sehingga menjadi satu kesatuan yang besar.

Maka dalam hidup ini dianjurkan agar mencari teman yang banyak, guna menjalankan kehidupan bersama. Utamanya dalam hal ibadah. Tujuannya agar bisa saling mengingatkan antara satu sama lain. Dalam banyak hal orang mukmin itu memiliki unsur kesamaan. Baik dalam hal ibadah, maupun dalam kepentingan ekonomi, sosial dan budaya. Sebagai contoh sederhana orang mukmin ketika menjalankan ibadah shalat lima waktu saja dibutuhkan teman (jama’ah). Ini artinya hidup itu perlu kelompok. Dan dalam berjama’ah itu dibutuhkan seorang Imam dan makmum. Kedua fungsi sebagai Imam ataupun makmum itulah yang menjadikan orang mukmin menjalankan peran sebagai hamba Allah swt. yang saling membutuhkan. Imam butuh makmum dan makmum juga butuh Imam.

Dan yang lebih penting lagi orang mukmin itu bisa bercermin pada teman lainnya. Ketika melihat kebaikan orang lain, maka ia berpikir bahwa dirinya pun sebenarnya juga bisa berbuat seperti itu. Sehingga bisa meningkatkan amal baiknya. Juga sebaliknya ketika melihat orang lain berbuat salah, maka ia pun berpikir bahwa dirinya juga bisa berbuat salah seperti orang lain melakukan kesalahan tersebut. Bahkan bisa jadi sumber kesalahan yang dilakukan oleh orang lain itu bersumber dari dirinya. Kalau demikian, maka dirinyalah yang menjadi sebab kesalahan yang dilakukan oleh orang lain tersebut. Kalau saja ia berpikiran demikian maka tentulah ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membersihkan dirinya dari keburukan yang seperti dilakukan oleh orang lain yang dilihatnya. Dan usaha itu akan menjadi pertaubatan yang menjadikan dirinya semakin hari semakin bertambah baik. Maka pertemanan seperti itulah yang membawa manfaat bagi dirinya juga bagi orang banyak.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw. bahwa seorang mukmin satu dengan lainnya adalah ibarat satu bangunan yang kokoh, yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.  Sebab dengan saling bercermin itulah membuat orang mukmin selalu memperbaiki diri dan semakin mendekatkan hubungan antar sesama juga mendekatkan hubungan antara dirinya sebagai hamba kepada Tuhannya (Rabb Yang Maha Mengatur kehidupan ini). Sehingga pengalaman hidup bersama itulah yang menjadikan setiap diri orang mukmin senantiasa mendapat pengalaman baru dari orang lain. Dan pengalaman itulah yang menjadi guru terbaik. Jadi berteman dengan orang baik, seperti mempunyai guru yang bisa mengajar dan mendidik dirinya.

Oleh karena itu setiap mukmin memiliki guru yang baik yang bisa menjadikan dirinya hidup lebih baik dari waktu ke waktu, untuk menuju kesempurnaan hidup. Hanya saja berteman itu hendaknya mencari teman yang baik. Yang mempunyai jati diri yang baik. Sehingga pengaruh yang  diterimanya juga baik. Dan pertemanan yang mempunyai kriteria baik itu akan menjadi seleksi alam dengan sendirinya. Teman yang tidak baik akan terseleksi secara alamiah. Karena mereka merasa kurang nyaman jika berteman dengan orang baik. Karena akan merasa kurang leluasa dalam melakukan ketidak baikannya itu. Tapi sebaliknya teman yang baik, akan semakin mendekat, karena merasa nyaman di samping orang baik. Karena pribadi yang baik itu selalu menghormati dan menyayangi orang lain.

Seandainya saja (dalam praktek) orang mukmin itu mempunyai pandangan yang sama, maka persaudaraan mukmin itu akan sangat solid dan menjadi kekuatan yang besar manfaatnya. Apapun yang diinginkan oleh orang-orang mukmin akan tercapai. Maka syarat utama dalam pertemanan adalah karakter baik. Sebab karakter baik inilah yang menjadikan manusia saling mengasihi, saling asah, saling asih dan saling asuh. Mereka ingin mengayomi dan mendapat pengayoman dari yang lain. Ketersalingan dalam kasih sayang inilah yang menjadi dasar persahabatan (ruhama’u bainahum). Wallau a’lam.(*)

Editor : Fahmi Akbar