babi ngepettt
SIDANG BABI NGEPET : Suasana saat sidang perdana perkara isu Babi Ngepet dengan Terdakwa Adam Ibrahim, di Ruang Sidang Chakra, Kantor Pengadilan Negeri Depok, Selasa (14/9). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Hari yang ditunggu-tunggu Adam Ibrahim datang juga. Pria yang menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat soal Babi Ngepet, jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selas (14/9). Saat sidang Adam Ibrahim diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Perkara dengan Nomor Perkara 314/Pid.Sus/PN Dpk/2021 atas nama Adam Ibrahim, mulai digelar dengan agenda sidang pembacaan dakwaan dari tim JPU, yang berlangsung di Ruang Sidang Chakra.

Salah satu JPU, Alfa Dera menyampaikan dua poin dakwaan terhadap Adam atas perbuatannya. Pertama, Adam disangkakan pasal 14 ayat (1)  UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara. “Terdakwa Adam Ibrahim menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,” kata Alfa saat pembacaan dakwaan.

Lalu, dakwaan kedua adalah pasal 14 ayat (2) dengan ancaman 3 tahun penjara, yang mana terdakwa Adam Ibrahim menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat.

Padahal, kata Alfa, berita atau pemberitahuan yang dibuat terdakwa itu, hanyalah akal-akalan dari terdakwa sendiri. Sebenarnya, seekor babi yang berhasil ditangkap tersebut, bukanlah babi jadi-jadian melainkan seekor babi hutan hidup berwarna hitam. Diperoleh terdakwa dengan cara membeli secara online melalui media sosial Facebook di Group PASMOR seharga Rp500 Ribu.

“Terdakwa melakukan transaksi babi hutan tersebut secara cash on delivery (COD) di daerah Puncak Cianjur, Jawa Barat,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kuasa Hukum Terdakwa, Eri Edison tidak mengajukan keberatan atau ekspsi atas dakwaan jaksa  yang diarahkan pada kliennya, sebab yang disampaikan terdakwa semuanya telah sesuai. “Sejauh ini tidak keberatan dengan dakwaan, sebab secara umum dakwaan JPU sesuai,” terangnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok.

Namun, dia menegaskan, bukan berarti tanpa pembelaan. Saat ini, pihaknya sedang meminta secara resmi dari JPU guna menyusun pembelaan bagi kliennya, sebab akan ada tahapan sidang pledoi alias pembelaan nantinya. “Pas pledoi baru kami sampaikan keberatan, tunggu kami pelajari dulu,” tambahnya.

Perlu diketahui, Adam Ibrahim adalah dalang berita hoaks tentang penangkapan babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan pada akhir April 2021. Dia ditangkap polisi pada 28 April dan ditahan penyidik sejak 29 April 2021.

Adapun Majelis Hakim PN Depok yang memimpin persidangan diketuai M. Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrieta dan Darmo Wibowo Mohammad. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar