bioskop sepi
SEPI: Salah satu bioskop di Kota Depok menerapkan prokol kesehatan yaitu dengan jaga jarak di ruang tunggu sinema, Maret lalu. DOK RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Warga Kota Depok bakal dimanjakan selama sepekan kedepan atau sedari 14 hingga 20 September. Bioskop dan tempat wisata yang selama ini ditutup, boleh beroperasi saat perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 di Jawa-Bali. Syaratnya, penonton wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan memberlakukan PPKM di seluruh Jawa-Bali, dengan melakukan evaluasi setiap minggu sehingga menenkan kasus konfirmasi. “PPKM akan terus diberlakukan sesuai level di seluruh Jawa-Bali, pemerintah melakukan evaluasi setiap minggu sehingga menekan kasus konfrimasi dan tidak mengulangi kejadian yang sama di lain hari,” ujarnya pada saat konferensi pers virtual, Senin (13/9).

Meski diperpanjang, ada beberapa penyesuaian dan pengetatan aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat. Pelonggaran yang dimaksud salah satunya adalah dibukanya bioskop di kota level 2 dan 3.

“Pembukaan bioskop dengan kapasitas 50 persen kota level 3 dan 2 dengan kewajiban menggunakan aplikasi peduli lindungi. Dan hanya wilayah hijau yang dapat masuk area bioskop,  serta prokes yang ketat,” ungkapnya.

Selain itu, penambahan lokasi wisata yang dibuka dengan prokes ketat dan impelementasi peduli lindungi pada kota-kota yang memiliki level 3.  Penerapan ganjil genap akan diberlakukan pada penempatan wisata mulai Jumat pukul 12:00 WIB siang sampai minggu 18:00 WIB. Dengan tujuan untuk mengurangi kendaraan yang datang kesana.

Luhut menerangkan, sejak penerapan PPKM pada 6-13 September, pemerintah mencatat perkembangan kasus nasional yang menunjukkan perbaikan signifikan. Dilihat dari tren penurunan kasus konfirmasi, penyebaran Covid-19 menurun hingga 93,9 persen.

Secara spesifik, kasus konfirmasi di Jawa dan Bali pun turun 96 persen dari titik puncak 15 Juli. Sementara itu, jumlah kasus aktif juga melorot di bawah 100 ribu. “Hari ini (Kemarin) 2.577 dengan tingkat kesembuhan 12 ribu lebih,” ujar Luhut.

Meski demikian, Luhut meminta warga tidak menyambut momentum penurunan kasus dengan euforia berlebihan. Sebab, Indonesia masih menghadapi ancaman gelombang Covid-19 dengan munculnya virus-virus corona varian baru. PPKM menjadi cara pemerintah meminimalisir kasus Covid-19. Sejumlah daerah juga telah turun dari level 4 ke level 3. Beberapa daerah turun dari level 3 ke level 2. “Dari 11 daerah level 4, berkurang menjadi tiga,” kata Luhut.

Sementara, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) guna menetapkan kebijakan, kendati pusat sudah mengumumkan. Inmendagri nantinya jadi dasar dari Keputusan Walikota (Kepwal). “Kami masih lihat Inmendagri dahulu. Saya masih monitor ke Dirjen Adwil Kemendagri,” tegasnya singkat.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja meminta, pemerintah melonggarkan aturan batas usia warga yang masuk ke kawasan mal dan pusat belanja selama PPKM berlangsung.

“Pusat perbelanjaan berharap agar usia kurang dari 12 tahun dapat diperbolehkan untuk masuk ke pusat perbelanjaan,” ujar Alphonzus saat dihubungi.

Sebelumnya, pemerintah mengatur anak usia 12 tahun dilarang memasuki mal atau pusat belanja. Pemerintah menetapkan syarat bagi pengunjung area perbelanjaan, yaitu minimal vaksin satu kali.

Selain meminta batas usia dilonggarkan, Alphonzus berharap pemerintah tidak lagi menetapkan aturan maksimal kapasitas tamu makan di tempat atau dine in serta lama waktu makan. Saat ini, pemerintah mengatur jumlah tamu dine in hanya 50 persen dengan waktu makan maksimal 60 menit.

Menurut Alphonzus, situasi pusat perbelanjaan relatif sudah aman. Apalagi, semua orang yang berada di pusat perbelanjaan dipastikan telah divaksinasi. Penetapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan pun diklaim berlangsung ketat.

Perlu diketahui, setelah berlaku pada 21-25 Juli, kebijakan PPKM diperpanjang pemerintah sejak 26 Juli hingga 8 Agustus 2021. Kemudian, perpanjangan masih berlanjut mulai 10 Agustus hingga 23 Agustus 2021, kemudian hingga 6 September 2021.

Selanjutnya, pemerintah melakukan perpanjangan PPKM hingga 13 September 2021 atau berakhir pada hari ini (kemarin). Pemerintah pun tercatat telah beberapa kali mencicil PPKM untuk menekan penyebaran virus korona.(cr1/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Fahmi Akbar