sekolah iklim
BEKALI WAWASAN : Para petani ketima menerima pengetahuan soal Sekolah Lapang Iklim (SLI) guba menambah wawasan dari ancaman cuaca ekstrem. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi sektor pertanian.Dampak buruk kejadian ekstrim, bisa mengakibatkan penurunan produksi pertanian secara kuantitas maupun kualitas. Pada akhirnya mengancam ketahanan pangan nasional kita. Hal ini yang membuat BMKG Stasiun Klimatologi Bogor membekali para petani Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Kepala BMKG Bogor, Indra Gustari menerangkan, SLI merupakan salah satu solusi untuk melakukan adaptasi perubahan iklim terhadap sektor pertanian, agar para petani bisa memahami kondisi cuaca mauoun iklim yang akan terjadi di kemudian hari. Sehingga pertanian dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

“Kami memberitahukan bagaiamana menghadapi iklim yang ekstrem dan pasti mempengaruhi hasil pertanian. Jadi ada oencegahan atau antisipasi dsrinpara petani,” jelasnya kepada Radar Depok, Minggu (12/9).

Ia melanjutkan, konsep SLI adalah membina dan mendampingi para petani untuk lebih memahami dasar iklim maupun cuaca. Namun disini tetap harus ada kerjasama berbagai pihak, guna memaksimalkan hasil pertanian dan pengetahuan para petani.

“Ini memang seperti stimulus saja, semua harus bekerjasama untuk mendapatkan hasil panen maksimal, karena jika tidak bisa terjadi krisis pangan akibat pengaruh cuaca serta iklim,” ungkapnya.

Lanjut Indra, peserta SLI diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Sedangkan untuk memastikan keamanan dari penularan Covid-19, peserta dan panitia melakukan prokes dan test antigen.

Sementara, Kepala Pusat Pelayanan Iklim Terapan BMKG, Ardhasena mengatakan, konsep dari kegiatan SLI Operasional ini adalah pembinaan dan pendampingan dengan memberikan peran seluas-luasnya kepada petani untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pengalaman dan memadukan informasi yang didapat dari pemandu.

Pengenalan alat ukur cuaca iklim, unsur cuaca iklim, informasi cuaca iklim dan cuaca iklim ekstrem. Namun SLI bukan mujarab, hanya stimulus. Butuh kerja sama untuk memastikan ketahanan pangan. Kebijakan, tata kelola beras-pupuk, irigasi, SIH3.” katanya.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi V DPR RI, Iis Edhi Prabowo, menyampaikan semangatnya untuk mengikuti kegiatan SLI ini, sebab akan menambah wawasan mendasar mengenai iklim.

Saya dan anggota dewan ingin sekali belajar, mengikikuti pelatihan SLI ini. Bagi kami ini suatu yang sangat mendasar terhadap pengetahuan iklim untuk keberhasilan masyarakat petani yang ada di dapil kami. Bahkan di dapil kami ada wilayah yang sebagian besar adalah petani industri,” tambah Iis.

Ada beberapa petani yang ikut serta dalam SLI ini, ada dari Kota Depok, Bogor, Bandung, serta beberapa daerah yang masuk dalam Provinsi Jawa Barat. Hadir juga pada kesempatan tersebut para pejabat BMKG Pusat dan Daerah Jawa Barat, Kepala Desa beserta Perangkat Desa. (rd/arn)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro