sosialisasi BNN
SOSIALISASI : Sejumlah keluarga mengikuti Asistensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Aula Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok menyasar 10 keluarga untuk mengikuti Asistensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Aula Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas. Hal tersebut lantaran keluarga adalah salah satu faktor paling utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Sub Koordinator Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho mengatakan, pihaknya menggelar agenda tersebut dengan sasaran 10 keluarga selama empat kali pertemuan. Mulai dari tanggal 11, 18, 25, dan 30 September 2021.

“Jadi program ini sudah berjalan dari 2019 yang disusun oleh BNN RI, bekerjasama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dan dibuatlah sebuah modul yang akan dilaksanakan oleh BNNP dan BNNK,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (15/9).

Purwoko menyebut, bentuk kegiatan dari Asistensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba adalah mengajak sebuah keluarga tergabung dalam suatu permainan. Yang di dalamnya tersirat materi mengenai bahayanya narkoba.

“Misalnya di pertemuan pertama kemarin, permainan yg dilakukan oleh orangtua adalah bermain peran, ketika ada orangtua yang sibuk tenggelam dalam aktivitasnya,” bebernya.

Menurutnya, peran keluarga sebagai elemen dasar dari masyarakat, perlu berkontribusi membangun keutuhan bangsa yang mampu menanamkan dan melestarikan nilai-nilai penting. Dalam menghadapi kemajuan zaman sehingga secara lebih jauh dapat mewujudkan masyarakat indonesia yang sehat dan bebas dari narkoba.

Selama empat kali pertemuan kegiatan tersebut untuk keluarga di Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, BNNK Depok berharap, dapat memperbaiki hubungan antara orang tua dengan anak sehingga bisa menjadi contoh atau role model bagi keluarga lainnya.

“Keluarga yang ikut serta tidak boleh digantikan, dan harus mengikuti rangkaian acara sampai selesai. Sehingga output dari program ini dapat tersampaikan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan BNN RI tahun 2018 mengenai ketahanan diri remaja, salah satu faktor paling utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba adalah keluarga. Kurangnya interaksi antara orang tua dan anak, menjadi salah satu penyebab terjerumusnya anak dalam narkoba.

“Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak. Maka dari itu program ini menyasar keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Pancoranmas, Mohammad Soleh mengungkapkan Keberhasilan peran keluarga dalam perkembangan anak didasari sikap dan pribadi orang tua serta hubungan komunikasi. Jika di dalam lingkungan keluarga terdapat disiplin yang buruk, kelalaian, serta ketidakpedulian antar sesama anggota keluarga, dapat menimbulkan terjadinya delinkuensi.

“Perilaku delinkuensi yang marak terjadi pada saat ini adalah pemakaian obat-obatan terlarang atau narkoba. Pencegahan (penyalahgunaan narkoba) merupakan tanggung jawab orangtua,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro