BOR Rumah Sakit
MULAI KOSONG: Kondisi Ruang Isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok maupun Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) saat ini dapat sedikit bernafas lega. Lantaran kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di dua rumah sakit penunjang Covid-19 kian menurun.

Direktur Utama RSUD Kota Depok, Devi Maryori mengaku kapasitas Tempat Tidur (TT) untuk pasien Covid-19 masih tersedia 105 unit bed. Lowongnya fasilitas tersebut didasari penurunan yang signifikan.

Dari ratusan bed khusus pasien terkonfirmasi Covid-19. Keterisian TT atau BOR untuk ruang isolasi di RSUD Kota Depok sebanyak 25 persen, dan ruang Intensive Care Unit (ICU) yakni 22 persen.

“Alhamdulillah sudah menurun ya, keterisian tempat tidur di RSUD Kota Depok. Kami memiliki 139 TT ruang isolasi dan 9 TT ICU, tersisa 105 TT,” ungkap Devi kepada Radar Depok, Selasa (7/9).

Senada, Direktur Umum dan Operasional RSUI, Hermawan menuturkan, kondisi TT khusus Covid-19 hanya terisi 30-40 persen. Dengan jumlah pasien Covid-19 yang masuk sekitar 10-15 orang per hari.

“Pasien Covid sangat menurun jauh. Itu berdasarkan pemantauan kami selama satu minggu ini,” terang Hermawan kepada Radar Depok.

Salah satu RS dengan tipe B ini memiliki total TT 205 unit. 160 diantaranya digunakan untuk pasien Covid-19 termasuk ruang ICU. Menurunnya tingkat pasien Covid-19 yang dirawat di RSUI membuat pasien Non-Covid mulai mengalami peningkatan.

“Selama ini pasien Non-Covid kan takut-takut untuk berobat. Nah saat ini sudah mulai berani karena penurunan pasien Covid-19,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR