jubir covid depok
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Depok saat ini jangan terlalu abai dengan Virus Korona (Covid-19). Dalam satu hari virus mematikan itu kembali menularkan 57 warga positif. Data tersebut berdasarkan informasi dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok, Minggu (26/9).

Juru Bicara Penangaan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, data juga menyebutkan dengan adanya peningkatan kasus sehingga totalnya mencapai 104.825. Sementara, jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kota Depok mencapai 102.080, atau meningkat sebanyak 69 orang dari hari sebelumnya.

Sedangkan, kasus kematian tidak mengalami peningkatan atau jumlahnya masih sebanyak 2.118 orang. “Adapun jumlah kasus positif aktif (Belum sembuh) di Kota Depok sebanyak 629 orang, atau turun 12 kasus,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (26/9).

Menurutnya, dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (protkes) 6M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup.

Ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan menyebut, tiga langkah yang ditempuh pemerintah saat ini sudah sangat responsif. Kebijakan yang diterapkan yakni memperketat akses masuk dari negara lain, mengakselerasi vaksinasi, dan meningkatkan layanan kesehatan. “Sudah cukup responsif,” kata Iwan Ariawan.

Menurut Iwan, potensi gelombang ketiga terjadi jika mobilitas yang tinggi saat liburan tidak diikuti dengan protokol kesehatan, 3T dan cakupan vaksinasi yang luas. “Jika ada varian baru yang lebih menular, lebih tinggi lagi risikonya,” ucapnya.

Iwan menilai harus ada komunikasi yang baik tentang risiko tertular dan menularkan selama beraktivitas saat libur panjang akhir tahun ini. Iwan mengingatkan karena menilai kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan masih kurang. “Pembatasan pergerakan antarprovinsi dan masuk ke tempat-tempat umum dengan PeduliLindungi (terkait kebijakan yang perlu ditingkatkan untuk mencegah kenaikan kasus Covd-19 di akhir tahun),” tutupnya.(rd)

Editor : Fahmi Akbar