komunitas mural
TUANGKAN SENI : Anggota Depok Arts District (DAD) saat menggambar dalam event King Royal Pride yang berlangsung di 40 Kota dan 15 Provinsi se Indonesia, termasuk Kota Depok, di Jalan Gas Alam, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Tapos. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjaga kreatifitas di masa pandemi, Depok Arts District (DAD) turut serta dalam event King Royal Pride, yang berlangsung di 40 Kota dan 15 Provinsi se-Indonesia. Termasuk Kota Depok.

Ketua DAD Iwan Sofya menerangkan, adanya event ini sebagai bentuk menjaga talenta dan bakat selama situasi pandemi, karena tidak ada kegiatan event serupa, sehingga event ini menjadi penyemangat seluruh komunitas graffity di seluruh kota.

“Ini sangat membuat kami bergairah ya. Karena selama pandemi kami tidak event sama sekali sesuai arahan pemerintah pusat hingga daerah,” paparnya kepada Radar Depok, Selasa (21/09).

Kata dia, event tersebut dilakukan di berbagai kota dan provinsi agar tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Setiap anggota DAD yang ikut event tersebut selalu menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap menjaga jarak, menggunalan masker, hingga sedia hand sanitaizer.

“Tentu kami jaga protokol kesehatan, bahkan jaraknya 5 meter karena setiap gambar berjarak 5 meter,” terang Awenk nama panggilannya.

Dilanjutkannya, jika DAD menghias tembok sepanjang 200 meter, dengan berbagai konsep gambar, baik dengan pesan moral hingga gambar yang berisikan pesan. Ada sekitar 35 anggota DAD yang turut serta membubuhkan karyanya dalam event ini.

“Setiap anggota punya gaya tersendiri dalam menggambar. Semua dituangkan dalam tembok di kawasan Gas Alam, itu lokasibyang di pilih dalam event yang disponsori cat semprot Diton King,” ungkapnya.

Perlu diketahui, DAD mempunyai 80 anggota yang tersebar si seluruh Kota Depok, namun kini yang aktif sekitar 50 persen atau sekitar 40 orang. Hal ini disebabkan, setiap anggota telah memiliki kesibukan tersendiri.

Lebih lanjut, dirinya juga berharap agar talenta serta bakat dunia grafity bisa terus terjaha, mengingat hal ini menjadi seni modern yang menyampaikan berbagai pesan lewat gambar, tulisan, dan lainnya.

“Kami harap bisa tersalurkan, Insha Allah setiap seni selalu menghasilkan hal positif tergantung kita melihat dari sudut pandang apa,” tandas Awenk. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro