sekda pantau
PANTAU : Sekda Kota Depok, Supian Suri saat meninjau Gebyar Vaksinasi Kota Depok di Kecamatan Tapos Kota Depok. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Kota Depok terus mengejar percepatan vaksinasi. Ditarget, hingga 1 Oktober mendatang warga yang terima vaskin mencapai 70 persen dosis pertama. Guna mendukung capaian tersebut, Pemkot Depok melanjutkan  melanjutkan gebyar vaksinasi Covid-19 tahap keempat untuk masyarakat di 11 kecamatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, kelanjutan gebyar vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Pusat, bahwa percepatan vaksinasi di Kota Depok harus terus dilakukan.

“Target di Kota Depok 70 persen untuk vaksin dosis pertama harus tercapai hingga 1 Oktober mendatang. Oleh karena itu, gebyar vaksinasi di 11 kecamatan perlu dilanjutkan,” tutur Sekda Depok, kepada Harian Radar Depok, Minggu (19/9).

Sasaran vaksinasi sebanyak 2.000 peserta setiap harinya. Vaksinasi tersebut untuk usia 12 tahun ke atas dengan menggunakan merek Sinovac. Adapun peserta yang mengikuti gebyar vaksinasi. Merupakan warga yang sudah terdata di wilayah setempat. Tentunya yang memiliki KTP Kota Depok atau menyertakan keterangan domisili. “Peserta yang mengikuti vaksinasi ini dikoordinir wilayah setempat. Jika ada yang datang langsung diterima sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari panitia,” jelasnya.

Sekda berharap percepatan vaksinasi di Kota Depok dapat optimal dalam menambah cakupan vaksinasi. Selain juga sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Nantinya saat vaksinasi juga panitia akan menyosialisasikan 5M. Ini sangat perlu, mengingat selepas vaksinasi perlu juga menjaga jarak, menggunakan masker dan tidak berkerumun.

“Semoga sinergisitas Satgas Covid-19, ASN, perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, TNI-Polri dalam mendukung gebyar vaksinasi ini dapat terus terjalin. Serta bisa mencapai herd immunity di Kota Depok,” tegasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, vaksinasi massal tahap tiga dilaksanakan dari tanggal 15 – 17 September 2021. Kini kegiatan tersebut dilanjut ke tahap keempat dari hari Sabtu (18/9) hingga Senin (20/9).

Percepatan vaksin ternyata berpengaruh dengan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 di Kota Depok. Saat ini BOR atau tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi di Rumah Sakit (RS) rujukan pasien COVID-19 di Kota Depok tinggal 10,33 persen.

“Kapasitas tempat tidur isolasi terisi sebanyak 91 tempat tidur dari total seluruhnya 881 tempat tidur,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Depok, Enny Ekasari.

Enny menjelaskan, keterisian tempat tidur di ICU Covid-19 saat ini terisi sebesar 16,67 persen. Adapun kapasitas tersedia di 24 RS sebanyak 132 tempat tidur dan terisi 22 tempat tidur.

“Data tersebut dari total 24 RS Rujukan Covid-19, baik RS pemerintah maupun RS swasta di Kota Depok,” katanya.

Enny mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meskipun kasus sudah mulai menurun dan Kota Depok sudah masuk zona kuning. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk membentuk herd immunity dengan mengikuti program vakasinasi yang dijalankan Pemerintah Kota Depok. “Tetap jalankan protokol kesehatan dan turut serta mendukung program pemerintah untuk vaksinasi sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Untuk diketahui, RS rujukan Covid-19 di Kota Depok antara lain RS Umum Tugu Ibu, RS Umum Puri Cinere, RS Umum Hermina Depok, RS Umum Meilia, RS Umum Bunda Margonda, dan RS Universitas Indonesia, RS Umum Mitra Keluarga Depok, RS Umum Bhayangkara Depok, RS Umum Daerah Kota Depok, RS Umum Harapan Depok, RS Citra Medika, RS Sentra Medika, RS Hasanah Graha Afiah.

Pasien tanpa gejala dikarantina di Wisma Makara UI & GH PSJ UI (Guest House Pusat Studi Jepang UI).(rd)

Penulis/Editor : Fahmi Akbar