sampah plastik
SAH : Swafoto usai penandatanganan kerjasama program Plastic Smart Cities (PSC) dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, di Gedung Dibaleka II Lantai 10, Senin (27/9). DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok secara resmi melakukan kerjasama deklarasi Plastic Smart Cities (PSC), dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Langkah ini dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Rencananya program tersebut akan dilaksanakan pada tiga kecamatan yang sudah diteliti melalui scoping beseline study.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan penanadatanganan ini untuk menyutujui dan mendukung misi program PSC, dengan tindakan nyata di tingkat kota. Bersinergi dengan masyarakat, pemerintah provinsi dan pusat, sektor swasta, institusi akademisi, dan lembaga internasional.

“Tujuannya menghilangkan terjadinya kebocoran sampah plastik ke alam pada tahun 2030. Rencana aksi program PSC ini akan dilaksanakan pada tiga kecamatan yang sudah diteliti melalui scoping beseline study yakni Kecamatan Bojongsari, Sawangan, dan Cipayung,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (27/9).

Terkait sampah di Kota Depok, lanjut Imam, setiap orang menghasilkan sampah organik, non organik, dan reduce. Dengan persentase 60 persen sampah organik terdiri dari 55 persen plastik dan lima persen sampah reduce.

“Jadi kalau kita menghasilkan 1.000 ton sampah per hari, dikalikan 55 persen maka sampah plastik 550 ton,” bebernya.

Sementara, Dewan Pengurusan Yayasan WWF Indonesia, Ani Mardiastuti menuturkan, pihaknya membuka kesempatan bagi seluruh kota yang ingin berkolaborasi dalam penanganan sampah plastik. Depok adalah salah satu kota yang reaktif dan berpotensi untuk menjadi lebih baik setelah Kota Bogor.

“Kami sangat senang Depok menjadi mitra WWF yang kedua. Sebelumnya kami bermitra dengan Kota Bogor. Kami ke depan ingin menyasar pendekatan kepada Jakarta dan Makassar,” tandasnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Junior Williandro