progres jembatan GDC
PROGRES GDC : Suasana pembangunan jalan dan jemabatan GDC yang masuk dalam tahap pemasangan tiang pemancang sebagai pondasi struktur jembatan. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jembatan dan jalan di kawasan Grand Depok (GDC) yang masih dalam proses pengerjaan, rencananya akan dibangun dengan model jembatan plat berongga Diklaim kualitasnya jauh lebih baik dari jembatan sebelumnya.

Direktur PT Maga Seribu Perkasa, Albion Sirait menerangkan, desain pembangungan jembatan akan berbeda dari sebelumnya. Plat berongga yang jauh lebih berkualitas dan kokoh.

Jadi kalau jembatan sebelumnya itu menggunakan desain jembatan Aramco. Kami melihat kurang tepat,” jelasnya kepada Radar Depok, Senin (20/9).

Dijelaskannya, penggunaan jembatan aramco mungkin sebelumnya diperuntukan bagi warga perumahan GDC, sehingga ada perubahan design jembatan yang lebih modern dan kuat.

Dari informasi yang dihimpun, jembatan plat berongga dengan sebutan lainnya Voided Slab merupakan jenis beton prategang pretension.

Beton prategang pretension pada dasarnya merupakan struktur beton dimana tegangan-tegangan internal yang terjadi pada beton yang dapat melawan tegangan-tegangan yang terjadi akibat beban luar sampai pada tingkat yang diinginkan.

“Kami nilai desain plat berongga sangat tepat digunakan bagi perbaikan jembatan GDC. Jadi kami bangun plat besi memanjang samapi menutup seluruh jembatan. Ini akan lebih kuat karena tidak ada sambungan. Dan tentunya praktis dan simpel,” terang Albion.

Pembangunan jembatan yang tepat juga akan mempercepat pengerjaan, namun bukan berarti pengerajaan cepat tidak menghasilkan kualitas yang kurang baik. Tentunya dengan perhitungan matang yang sudah ditentukan pihak terkait.

“Ini memang permintaan dari pemerintah, kami mengikuti semua permintaan. Yang terpenting jembatan ini berfungsi dengan baik dan berkualitas agar masyarakat bisa menggunakan tanpa khawatir,” ungkapnya.

Ditambahkan Albion, jika saat ini sedang dalam tahap pemasangan tiang pemancang beton. Halnini yang menjadi kunco kekuatan, karena menjadi pondasi yang akan menjadi beban utama sehingga akan mampu menahan beban konstruksi secara lebih merata.

Selanjutnya, setelah tahap ini, akan dilanjutkan dengan pemasangan pile cap, yang berguna untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi.

“Kami yakin semua sesuai rencana dan harapan masyarakat. Dan akan selesai tepat waktu,” tegasnya.

Diketahui, perbaikan jalan dan jembatan GDC dinulai sejak 30 September hingga 24 Desember, yang memakan waktu 120 hari kerja waktu kalender. Pelaksana PT Maga Seribu Perkasa, dengan menelan anggaran negara sebesar Rp6,8 miliar. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro