Sertijab Disdik Depok
BERSAMA: Serah terima jabatan Kadisdik Kota Depok dari Mohamad Thamrin kepada Wijayanto, di lantai 4 Gedung Dibaleka II, Kamis (9/9). FOTO: DAFFA SYAIFULLAH/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok kini secara resmi punya kepala atau nahkoda baru, pasca digelarnya serah terima jabatan dari Mohamad Thamrin kepada Wijayanto, pada Kamis (9/9). Sejumlah program pun yang telah disusun akan dilanjutkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wijayanto mengaku, dirinya perlu beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan baru. Untuk menatap program yang sudah dicanangkan pejabat sebelumnya.

“Tentunya dengan segera adaptasi, kita akan melihat itu program dan segera melaksanakannya atau ditargetkan sudah dicanangkan,” ujarnya kepada Radar Depok usai serah terima jabatan di lantai 4 Gedung Dibaleka II, Kamis (9/9).

Wijayanto menyebut, hal pertama yang dilakukannnya adalah menggelar konsolidasi bersama jajaran Disdik Kota Depok serta sekolah. Untuk bisa mengenal lebih dekat dan bersinergi bersama.

Mengenai kelanjutan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM), lanjut Wijayanto, dirinya juga akan mempelajari dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Depok. Menurutnya, perlu ada kerjasama guna mewujudkan kebijakan tersebut.

“Kalau ptm kan bukan hanya disdik yg menyusun, pasti terkait dengan kebijakan nasional, kebijakan Kota Depok dalam hal ini kondisi ppkmnya. Tetapi nanti terkait dengan satgas karena satgas yang akan membahas bersama kita,” tuturnya.

Sementara itu, Mantan Kadisdik Kota Depok yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Mohamad Thamrin mengungkapkan dirinya akan berkomunikasi dengan Kadisdik yang baru selama masa adaptasi.

“Tetap saya komunikasi dengan beliau untuk mendampingi dan ,” singkatnya

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Turiman menjelaskan ada beberapa urgensi yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Kepala Disdik Kota Depok yang baru. Diantaranya pertama merealisasikan program yang belum berjalan.

“Salah satu program dalam waktu dekat ini PTM. Nah Kepala dinas yang baru ini harus mempersiapkan teknisnya, mekanismenya jadwal sekolah, dan lain-lain. Jangan sampai timbul klaster baru serta berkoordinasi dengan sekolah,” terangnya.

Dalam menyokong terlaksananya PTM, tentu percepatan vaksinasi bagi pelajar maupun tenaga pendidik juga perlu dikebut. Khususnya pelajar SMP yang telah menginjak usia 12 tahun ke atas. Terakhir, Turiman melanjutkan, segala sarana dan prasarana (sarpras) serta Sumber Daya Manusia (SDM) untuk sembilan SMP negeri yang baru harus diperhatikan. Semua itu, agar tercipta kenyamanan dan ketentraman proses belajar mengajar.

“Saya rasa, tiga hal itu yang harus diperhatikan dan direalisasikan. Jangan sampai, ketika kepala dinas yang baru ini mau membuat program baru dan perlu waktu, mengakibatkan seluruh canangan jadi berantakan,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR