kejari tangkap buron korupsi kota tual
TINDAK KORUPSI : Proses penangkapan DPO oleh tim intelejen Kejagun RI dan Kejari Depok, di Jalan Tanjakan Saung Tenda, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim gabungan intelejen Kejaksaan Agung RI bersama intelejen Kejaksaan Negeri Depok, meringkus Ade Ohoiwutu (41), tersangka tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp3,1 miliar. Sebelumnya tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat menjelaskan korupsi terjadi untuk pengadaan makan dan minum DPRD Kota Tual, Maluku Tenggara, pada 2010.

Tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya, kawasan Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, sekitar pukul 16:00 WIB. Setelah menjadi DPO selama tiga tahun.

“Tersangka secara sah bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 834/K/Pid.Sus/2017, tanggal 20 Februari 2018,” terangnya kepada Radar Depok di Kantor Kejaksaan Depok usai melakukan penangkapan, Rabu (22/9).

Usai ditangkap, lanjutnya, tersangka dibawa ke Rumah Tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk selanjutnya diterbangkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tual, guna ditindak lebih lanjut.

Ia menuturkan, saat melancarkan aksinya dulu, dia bekerjasama dengan M. Kabalmay, Sekretaris DPRD Kota Tual, yang sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Atas perbuatannya, tersangka dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Serta pidana tambahan dengan ganti uang negara sebesar Rp787 juta, bila tidak dibayarkan akan diganti dengan tambahan hukuman selama 6 bulan,” jelas Rio.

Menurut dia, anggota tim intelinjen Kejari Depok hanya bersifat membantu tim intelijen Kejagung RI untuk mencari dan berhasil meringkus Tersangka. Saat melakukan penangkapan, tersangka bersifat kooperatif tanpa melakukan perlawanan di rumah persembunyiannya, tepatnya di Jalan Tanjakan Saung Tenda, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Perlu diketahui tahapan penetapan tersangka menjadi DPO telah melaui tahapan, bahwa tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, sehingga tersangka dimasukan dalam DPO dan akhirnya berhasil diamankan ketika melakukan pencarian secara intensif berkat Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung.

“Saya tegaskan kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tegas Rio diruang kerjanya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro