UPN dituduh serobot lahan
DISOAL LAGI : Aktivitas penataan lahan kampus UPN Veteran di atas dua bidang lahan milik Daud Yusuf dan Muniroh, dinilai sudah melakukan penyerobotan lahan. ist

RADARDEPOK.COM, LIMO – Perseteruan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dengan warga Bukit Tambora RT2/5, Kelurahan/Kecamatan Limo terkait rekomendasi perijinan belum ada titik temu. Timbul lagi persoalan baru. Aktivitas penataan lahan (Cut and Fill) kampus di atas dua bidang lahan milik Daud Yusuf dan Muniroh dengan luas tanah 460 meter, disoal warga.

Keponakan Daud Yusuf, Lukman Hakim menjelaskan, aktivitas cut and fill yang dilakukan Kampus UPN Veteran dapat dikategorikan sebagai tindakan penyerobotan tanah milik warga. Sebab, pihak UPN tidak pernah meminta izin kepada pemilik tanah terkait kegiatan penataan lahan yang menggunakan alat berat berupa eskavator.

Tanah milik pamannya seluas 160 meter yang diratakan UPN Veteran selama ini dijadikan akses jalan menuju gedung kampus fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta. Sementara tanah milik Muniroh seluas 400 meter yang berada di bawah lahan milik Daud Yusuf juga ikut diratakan pihak UPN.

“Kalau ada pihak yang melakukan aktivitas penataan tanah milik orang lain itu apakah bukan termasuk penyerobotan ?. Sekarang patok batas tanah dilokasi itu semua hilang, entah siapa yang membuang patok patok itu,” kata Lukman kepada Harian Radar Depok, Rabu (8/9).

Menurutnya, permasalahan dugaan upaya penyerobotan tanah milik warga yang dilakukan pihak kampus UPN Veteran Jakarta telah mereka laporkan kepihak kelurahan. “Kami berharap kepada bapak Lurah dan pihak terkait lain untuk ikut membantu menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Terpisah Lurah Limo, AA Abdul Khoir mengaku, telah menyampaikan prihal keberatan warga terhadap aktivitas penataan tersebut kepada perwakilan UPN Veteran. Selasa 7 September 2021, dia mengundang pihak UPN Veteran Jakarta untuk membahas masalah keberatan warga soal rekomendasi perijinan pembangunan gedung baru.

Saat pertemuan itu, kata lurah, juga menyampaikan soal keberatan warga terkait aktivitas perataan tanah. Dan pihak perwakilan Kampus UPN berjanji akan menjelaskan hal itu dihadapan warga pada pertemuan Kamis (hari ini).

Kami belum bisa menyampaikan kesimpulan, ada baiknya kita tunggu saja hasil dari pertemuan itu,” pungkas lurah. (rd/tul)