ekspedisi
DISAMBUT : CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu (kanan) bersama rombongan Gerakan Anak Negeri disambut setelah sampai di Kota Bogor Jawa Barat.

RADARDEPOK.COM – Ekspedisi Gerakan Anak Negeri akhirnya tuntas. Butuh 147 jam bagi rombongan untuk  menyusuri Jawa-Bali.

Laporan: Imam Rahmanto

Yogyakarta menjadi kota terakhir yang disinggahi rombongan Gerakan Anak Negeri. Setelah menikmati indahnya malam di kawasan Malioboro, tim melanjutkan perjalanan pada Sabtu (18/9) siang. Tujuannya adalah: Kota Bogor.

Butuh waktu delapan jam untuk tiba di Kota Hujan. Tol yang dilintasi rombongan masih cenderung sepi. Tidak berbeda jauh saat kepergian awal. Selama pandemi, suasana tol lintas Jawa memang benar-benar senyap.  Hanya jalur tol di sekitar Jabodetabek yang kelihatan hidup.

Perjalanan rombongan bahkan sempat tersendat saat memasuki kawasan tol yang mulai mengarah ke ibu kota Jakarta.  Sekitar pukul, 21.21 WIB, rombongan akhirnya tiba di garis akhir:  Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor. Kantor Radar Bogor ini, memang menjadi titik start sekaligus garis finis dari perjalanan panjang selama tujuh hari tersebut.

Setiba di sana, lantunan lagu selamat ulang tahun langsung menyambut. “Yee…! Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat panjang umur, kami kan doakan. Selamat sejahtera, sehat sentosa,”  ucap para penjemput rombongan Gerakan Anak Negeri yang sudah menunggu sejak bakda Isa.

Ya, kedatangan rombongan memang disambut langsung oleh karyawan Radar Bogor Group dan sejumlah rekan dan kolega Inisiator dan Penanggung Jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu. Salah satunya dari komunitas Sunday Walking.

Mereka secara khusus menanti kedatangan Bang HS-biasa-Hazairin Sitepu-disapa untuk memberi kejutan di momen hari jadi Hazairin, ke-57 yang kebetulan tidak dapat dirayakan di Bogor. Saat bertambah usia, Hazairin masih berada di Surabaya bersama rombongan Gerakan Anak Negeri, Jumat (17/9) pagi.  “Luar biasa ini. Alhamdulillah. Terima kasih atas semua doa teman-teman, karyawan, dan para sponsor. Kita bisa kembali setelah seminggu melakukan perjalanan,” ucap Bang HS.

Ia begitu bahagia mendapati banyak orang yang meluangkan waktu untuk menyambut kedatangan rombongan Ekspedisi Gerakan Anak Negeri. Lelahnya mengendarai mobil selama puluhan jam langsung terbayarkan dengan tawa dan canda para koleganya itu.

Baginya, misi mengkampanyekan hidup berdampingan dengan Covid-19 sudah komplit. Tersisa membagikan cerita-cerita itu, kepada semua warga  Bogor. “Spirit Bogor ini yang kami bawa ke daerah-daerah,” ucapnya.

Butuh 147 jam bagi rombongan Gerakan Anak Negeri menyusuri Jawa-Bali. Dengan rute  Bogor-Baduy-Bogor-Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi dan Bali.

Bali menjadi daerah yang paling lama dijelajahi, rombongan Gerakan Anak Negeri.  Tiga hari rombongan menetap di pulau dewata tersebut. Selama di sana, Hazairin melihat Bali seperti hilang. “Kita benar-benar menyaksikan bagaimana Bali menjadi sepi karena pandemi. Makanya setiap tempat wisata yang didatangi, kami beli apa saja yang mereka jual,” imbuhnya.

Ekspedisi ini, benar-benar membuka matanya mengenai pariwisata di berbagai daerah. Mulai dari yang terdampak pandemi, hingga yang mulai membiasakan diri hidup di antara pagebluk. Semuanya punya cara unik dalam menghadapi Covid-19. “Sejak awal, tujuan ekspedisi ini untuk menyampaikan pesan kepada semua orang, bahwa Covid-19 bukan lagi musuh yang perlu ditakuti,” pungkasnya. (mam/rd)

Editor : Fahmi Akbar