BIKIN RESAH : Proses pengurukan di sebuah lahan di RT03/02, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan membuat warga resah. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM , SAWANGAN – Emak-emak Komplek Mutiara, RT05/02, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, mengeluhkan adanya aktivitas pengurukkan tanah di sebuah lahan yang ada di wilayah tetangga mereka RT03/05 Kelurahan Sawangan.

Keresahan warga Komplek Mutiara ini meluap lantaran proses pengurukan tanah yang dilakukan untuk membuat komplek perumahan baru di RT03/05, menggunanakan akses komplek tempat tinggal mereka. Mereka kesal lantaran truk yang membawa tanah merah untuk menguruk perumahan melintas lewat depan rumah mereka dan menimbulkan ketidak nyamanan.

Salah satu warga yang tinggal di pinggir Jalan Komplek Mutiara, yang enggan disebutkan namanya lantaran keamanan, mengaku terganggu dengan lalu lintas truk pengangkut tanah di depan rumahnya. Hal ini dikarenakan aktivitas truk pembawa tanah merah itu menimbulkan kebisingan dan membuat kotor lingkungan.

“Jalan lingkungan kami jadi kotor karena tanah yang dibawa truk itu ada yang berjatuhan, dan ceplakan ban truk juga membawa tanah merah,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (19/09).

Selain itu, tanah merah yang tercecer di jalan juga membawa debu ke dalam rumah warga ,sehingga membuat kotor rumah perempuan tersebut.

“Selain berisik, rumah saya juga kotor kena abu tanah yang terbawa angin. Bayangkan saja setiap hari harus menyapu debu tanah yang terbawa angin, bahkan tempat tidur pun juga kotor kena debunya,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, kebanyakan warga tidak berani menentang aktivitas pengurukan ini lantaran Ketua RT05/02, Kelurahan Sawangan mereka duga sudah bersekongkol dengan pihak pengembang perumahan baru tersebut.

“Gak mungkin pak RT akan mengijinkan truk masuk komplek kalau tidak ada uang pelicinnya,” ungkapnya.

Ia mengakui, salah satu warga di sana juga sempat melayangkan protes keras kepada Ketua RT05/02 Kelurahan Sawangan di grup whatsapp warga Komplek Mutiara. Dalam rekaman voice note yang ditunjukkan pada Radar Depok, terdengar suara seorang pria sedang mencak mencak kepada ketua RT mereka di grup whatsapp komplek, lantaran aktivitas truk pengangkut tanah yang mengganggu warga.

“Assalamualaikum pak RT  kamu gimana sih, kita komitmen mobil truk malam masuk, ini kita masuk keluar aja susah,kamu jangan seenaknya merasa diri kamu pimpinan terus kamu ngambil keputusan tanpa koordinasi. Kamu mau keras saya juga bisa keras,hei kamu turun aja ga usah jadi pimpinan,  komitmen malam biar gak ganggu warga silahkan, mau masukin tanah atau matrial, tapikan jangan mengganggu warga. Kita masuk keluar aja terganggu, kita gak ngelarang orang kerja, tapi jangan saat orang sibuk, kamu juga RT ngaco ah,”  ucap pria dalam rekaman voice note yang ditunjukkan sumber Radar Depok tersebut.

Ia Menambahkan, tak lama setelah protes di grup Whatsapp kompleks pria tersebut langsung didatangi pria yang biasa disapa pak Kapten dan seorang mantan Lurah Bedahan. Setelah itu, pria tersebut tidak pernah lagi bersuara.

“Itu yang bikin kita gak berani protes, karena merasa terancam,” akunya.

Senada dengan sumber pertama Radar Depok, dua orang warga Komplek mutiara yang enggan disebutkan namanya, mengaku mengeluhkan hal yang sama. Mereka merasa terganggu dengan adanya aktivitaa pengurukan tanah tersebut.

Rumah mereka juga menjadi kotor dan kenyamanan mereka terusik dengan lalu lalang truk pengangkut tanah. Tidak hanya itu, mereka juga mengkhawatirkan keselamatan anak – anak di komplek yang biasa bermain di jalan lingkungan mereka, dengan adanya truk ini.

“Kami khawatir dengan kesehatan kami, karena debu tanah merah sudah sering masuk rumah kami. Sampai capek nya punya setiap hari. Apalagi kami juga punya anak anak dan cucu yang masih kecil, kadang mereka suka berlarian di jalan terus pernah juga nyaris tertabrak truk yang melintas, untung saya dengan sigap menangkap cucu saya yang lari,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai izin, mereka mengaku tidak tahu menahu apakah kegiatan ini sudah mendapatkan izin. Yang pasti mereka tidak pernah dimintai izin apalagi memberikan izin agar truk pengangkut tanah ini melintas di jalan mereka.

“Pernah ada yang nanya tetangga, perihal keresahan adanya lalu lalang truk, tapi kami juga gak tau mau berbuat apa – apa, kami gak ngerti, ” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Sawangan, Akhsan Hariri mengaku belum tahu menahu mengenai permasalahan ini.

“Saya belum tahu,” ucapnya singkat.

Sama halnya dengan Akhsan, Camat Sawangan,  Nasihin juga enggan menanggapi Radar Depok terkait keresahan warga Komplek Mutiara.

“Tanyakan pada Lurah Sawangan saja,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Wasdu DPMPTSP KotaDepok, Suryana Yusuf pihaknya akan mengkroscek pengaduan warga Komplek Mutiara dengan mengecek legalitas kegiatan pembangunan perumahan dan kegiatan pengurukkan tanah di RT03/02, Kelurahan Sawangan.

“Besok kami cek ke staf apakah perumahan yang akan dibangun ini ada izinya apa belum,” terangnya.

Radar Depok pun menghubungi, Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany, ia akan mengecek kondisi lingkungan Komplek Mutiara dan lokasi pengurukan tanah. Hal ini untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam kegiatan pengurukan tanah tersebut.

“Kalau pengurukkan tanah kemungkinan besar belom ada izinnya, tapi untuk memastikan besok anggota saya akan ke sana,” pungkasnya. (dra)