ganjil genap bali
Dinas Perhubungan Prosvinsi Bali akan menerapkan ganjil genap.

RADARDEPOK.COM, BALI – Pengaturan lalu lintas dengan sistem Ganjil Genap akan diterapkan Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil rapat guna menindaklanjuti arahan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3.

Selain itu, kebijakan tersebut juga bekaitan dibukanya daerah tujuan wisata di Bali, sehingga mengantisipasi terjadinya gelombang kejut (shock wave).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta Bali mengatakan, tujuan dari pengaturan ini adalah mengendalikan dan mengatur fluktuasi kunjungan daya tarik wisata(DTW), memastikan terjadinya pelonggaran secara bertahap, sehingga kerumunan dapat dihindarkan.

Dia mengungkapkan, beberapa informasi pelaksanaan terkait dengan hal ini adalah sebagai berikut:

1. Pengaturan sistem Ganjil -Genap kendaraan bermotor akan dilaksanakan di Daerah Tujuan Wisata Pantai Sanur, di Kota Denpasar dan Pantai Kuta, di Kab Badung.

2. Aturan Ganjil-Genap menyesuaikan antara angka nomor terakhir plat nomor kendaraan dengan tanggal kalender.

Apabila pada Hari Sabtu tanggal ganjil maka hanya Kendaraan dengan angka terakhir ganjil pada plat nomor kendaraan diperbolehkan lewat/masuk.

Untuk kendaraan dengan angka terakhir genap tidak diperbolehkan masuk menuju ke pantai Sanur dan Pantai Kuta. Kendaraan dengan nomor akhir plat yang tidak sesuai akan diminta untuk memutar balik. Demikian pula sebaliknya.

3. Aturan Ganjil Genap berlaku untuk kendaraan perseorangan roda 4 dan roda 2 (plat dasar hitam tulisan putih)

4. Pengaturan sistem Ganjil -Genap berlaku di semua jalan akses ke pantai Sanur dan dan jalan akses ke Pantai Kuta yang diawasi secara langsung oleh

Satgas Gotong Royong dengan pendampingan dari Jajaran Polda Bali, Dishub, dan Satpol PP.

5. Pengaturan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, Hari Libur Nasional, dan Hari Libur Fakultatif Daerah, pukul 06.30 -09.30 & pukul 15.00- 18.00 Wita.

6. Ketentuan ini diberlakukan dengan Surat Edaran Gubernur Bali. Ancer-ancer diberlakukan pengaturan ini adalah Minggu Depan, akhir September 2021 atau menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur.

7. Kegiatan Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media untuk menggugah kesadaran masyarakat dan mulai menyesuaikan diri menjelang pemberlakuan resmi pengaturan tersebut. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya