jambret
PENGADILAN : Kantor Pengadilan Negeri Depok. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Majelis Hakim jadi memvonis ringan pelaku penjambretan ponsel di pinggir Jalan Raya Margonda. Dari ancaman kurungan 12 tahun penjara, hanya menjadi kurungan 4 bulan 15 hari. Padahal pelaku dinyatakan bersalah melanggar ketentuan hukum dalam Pasal 365 Ayat (2) ke-1 KUHP.

Perkara dengan Nomor 272/Pid.B/2021/PN Dpk atas nama Fran Novendi Hamonangan (45) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘pencurian dengan kekerasan’ sesuai yabg diatur dalam Pasal 365 ayat (2) ke-1 KUHP dalam Surat Dakwaan.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Fran Novendi Hamonangan dengan pidana penjara selama 6 bulan dikurangkan selama Terdakwa berada dalam penahanan sementara, dengan perintah Terdakwa tetap ditahan,” kata JPU Rachima, saat pembacaan surat tuntutan.

Pada saat bacaan tuntutan, Rachmia mengatakan hal yang memberatkan jika perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, tapi hal yang meringankan bahwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, lalu terdakwa bersikap sopan di dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, “Terdakwa juga sudah ada surat perdamaian antara Terdakwa dengan korban,” tambah JPU.

Dilanjutkannya, adapun tuntutan terhadap Terdakwa merujuk atas surat dakwaan JPU yang menyebutkan, dalam keadaan sehat dan jasmani, Terdakwa mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada Senin (3/5) sekira pukul 23:00 WIB.

Atas kejadian tersebut, Terdakwa mengambil satu buah HP Vivo V5 S warna silver milik korban PN yang sedang duduk di pinggir Jalan Raya Margonda dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smesh Nomor Polisi B 6908 EPQ.

“Terdakwa mengambil secara paksa ponsel yang sedang dipegang korban PN kemudian berusaha kabur,” jelas Rachmia

Namun, korban PN berhasil memegang celana sebelah kiri yang dikenakan Terdakwa sambil berteriak minta tolong dan terseret. Melihat hal itu, Terdakwa menendang korban PN yang mengenai kepalanya hingga terjatuh. Perbuatan Terdakwa mengakibatkan korban PN mengalami luka lecet di siku sebelah kanan, pergelangan tangan kiri dan paha sebelah kiri.

“Sedangkan Terdakwa dapat tertangkap karena dikejar oleh warga sehingga terjatuh dari sepeda motornya dan Terdakwa berhasil diamankan oleh warga,” ungkapnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yang dipimpin Eko Julianto dengan anggota Divo Hardianto dan Nur Evianti Meliala dalam amar putusannya menyatakan, Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Fran Novendi Hamonangan dengan pidana penjara selama 4 bulan dan 15 hari. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” jelas Hakim Ketua Eko saat pembacaan amar putusan, Senin (13/9)

Lanjut Eko, menetapkan barang bukti berupa satu buah HP merk Vivo V5 S warna silver, dikembalikan kepada saksi PN, satu buah tas pinggang warna hitam agar dimusnahkan.

Sedangkan 1 (satu) unit sepeda motor Suzuki Smesh dengan Nomor Polisi : B 6908 EPQ tahun 2003, Nomor Mesin : E402ID150954, Nomor Rangka : MH8FD11OC3JI49285, STNK atas nama Maskuri dengan alamat Kebon duren RT.03/RW.03 Kalimulya Cilodong, Kota Depok berikut kunci kontaknya, dikembalikan kepada Terdakwa Fran Novendi Hamonangan.

Sebagai informasi, Pasal 365 Ayat (2) ke-1 KUHP berbunyi, (2) Hukuman penjara selama-lamanya dua belas (12) tahun, dijatuhkan : satu jika perbuatan itu dilakukan pada waktu malam di dalam sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup, yang ada dirumahnya atau dijalan umum atau didalam kereta api atau trem yang sedang berjalan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelamanutu

Editor : Junior Williandro