operasi patuh jaya
OPERASI PATUH JAYA : Petugas Satlantas Polres Metro Depok ketika menjaring pengendara roda dua saat melangsungkan Operasi Patuh Jaya, di Jalan Margonda Raya. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satlantas Polrestro Depok tengah menyelenggarakan Operasi Patuh Jaya 2021. Sudah berjalan seminggu. Dalam kurun itu pula, tercatat 107 kendaraan ditindak lantaran melanggar aturan berlalulintas.

Kasatlantas Polres Metro Depok, AKBP Andi Muhamad Indra Waspada menerangkan, kendaraan yang dijaring akibat melanggar beberapa ketentuan. Antara lain, knalpot bising, menggunakan lampu strobo, balap liar, hingga Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNBK) atau plat nomor yang kadaluarsa.

“Dari semuanya yang paling tinggi angkanya jumlah pelanggaran knalpot bising. Ada 81 kendaraan yang berhasil dijaring,” ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (26/9).

Dirinya menyampaikan, Operasi Patuh Jaya dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, sampai pada kelancaran arus lalu lintas di Kota Depok. Mengingat kini masih dalam kondisi pandemi, sehingga dapat menahan aktifitas masyarakat dalam mencegah laju penyebaran Covid-19.

Rincian pelanggaran yang berhasil terjaring, knalpot bising (81 pengendara), TNBK atau plat nomor (7 kendaraan), lampu strobo (9 kendaraan), dan balap liar (10 kendaraan).

Indra juga menyampaikan, setiap pengendara yang terjaring akan di sanksi tilang serta mengganti perlengkapan kendaraan yang tidak sesuai menjadi standar asli dari pabrik.

“Seperti biasa, kalau knalpot bising kita suruh ganti yang standar di kantor. Jadi pengendara mesti mengmbil dulu knalpot asli pabrik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tegas Indra, sekarang banyak berseliweran plat nomor rahasia atau khusus, seperti RFP, QH, QZ yang tidak digunakan sesuai dengan peraturan, juga akan dipantau petugas Satlantas bersama dengan Satsabhara dan Satintelkam.

“Jadi kami fokus, kami melihat plat seperti itu yang tidak digunakan sesuai aturan akan diberhentikan, total sudah ada 7 yang terjaring petugas,” beber Indra.

Sesuai dengan aturan terkait pasal Operasi Patuh Jaya, sanksi dan denda dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang akan diberikan pada pengendara bila melakukan tiga pelanggaran itu.

Pengendara yang menggunakan knalpot bising akan dikenakan sanksi kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000 sesuai Pasal 285 ayat 1 Jo Pasal 106 ayat 3 dalam Undang-Undang LLAJ.

Adapun pengendara yang gunakan rotator tidak sesuai peruntukan (khususnya plat hitam) akan diberikan sanksi kurungan selama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000 sesuai Pasal 287 Ayat 4 dalam Undang-Undang LLAJ.

Selama operasi berlangsung Indra juga memastikan, akan bertindak represif untuk penilangan bagi pengendara yang melanggar. Nantinya, petugas kepolisian juga akan terus memberikan imbauan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Kami terus mensosialisasikan tentang protokol kesehatan, itu kita sampaikan setiap berhasil menjaring pengendara. Jadi sambil mengedukasi,” lanjutnya.

Sesuai dengan instruksi Polda Metro Jaya, Satlantas Polres Metro Depok akan menggelar Operasi Patuh Jaya sampai pada 3 Oktober 2021. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro