Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono saat melaunching Kartu Depok Sejahtera (KDS) di Aula Teratai, Gedung Balai Kota Depok.

RADARDEPOK.COM, DEPOK  –  Rabu (15/09), pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi meluncurkan Kartu Depok Sejahtera (KDS) yang diresmikan langsung Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono di di Aula Teratai, Gedung Balai Kota Depok.

Peresmian kartu pertama dengan ragam layanan bantuan sosial bagi warga kurang mampu di Kota Depok turut serta hadir Ketua DPRD Kota Depok, serta perwakilan warga Penerima Kartu Depok Sejahtera (KDS).

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan,  KDS adalah bentuk perhatian Pemkot Depok pada masyarakat kurang mampu secara ekonomi serta masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah melalui KDS Pemerintah Kota Depok berharap dapat mengangkat derajat masyarakat kurang mampu, serta mengentaskan masalah kemiskinan, khususnya bagi warga yang telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Depok maupun masyarakat miskin Kota Depok yang belum tercatat dalam DTKS,” jelas Idris, Rabu (15/9).

KDS mengintegrasikan data penerima 7 layanan manfaat,  di antaranya  Pelayanan Kesehatan gratis melalui Bantuan Iuran PBI-APBD Depok,  bantuan Pendidikan bagi siswa dan Mahasiswa Berprestasi, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Santunan Kematian (Sankem), Bantuan Ketersediaan Pangan,  Bantuan Lansia dan Disabilitas, Pelatihan Keterampilan dan Penyaluran Kerja.

Idris menyampaikan, Pemerintah Kota Depok bertekad menjadikan warga kurang mampu sebagai Prioritas melalui mekanisme yang mudah, simple dan aksesabel bagi warga kurang mampu.

“Secara bertahap tentunya bantuan ini akan kita salurkan. Penerima bantuan adalah khusus bagi masyarakat kurang mampu, lansia, disabilitas yang masuk dalam DTKS maupun masyarakat miskin yang belum masuk DTKS sesuai peraturan perundang undangan,” ucap Idris.

Pemerintah Kota Depok pada Launching ini menyalurkan sedikitnya 4000 BPJS PBI, 1744 Renovasi Rumah Tidak Layak huni (RTLH), 3000 Bantuan Pangan bagi Lansia dan Disabilitas, 923 Santunan Kematian, 8.770 Bantuan Siswa SD MI, 459 Bantuan Siswa SLB, 6.872 Bantuan Siswa SMP MTS sederajat, 774 Bantuan Siswa SMK Sederajat dan 40 Bantuan Pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja.

KDS akan distribusikan dalam dua bentuk yakni ATM Berbasis Kartu Keluarga (KK), dan ATM individu Bagi siswa didik Kurang mampu dari Jenjang SD-hingga Pendidikan tinggi.

Pemerintah Kota Depok berharap melalui KDS, masyarakat dapat terbantu dan terlepas dari himpitan ekonomi.

“Kami tentunya akan memonitor agar bantuan yang disalurkan tepat sasaranbagi warga yang benar-benar membutuhkan,” tutup Idris. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah