lanjutan kasus pelarangan liputan
PELARANGAN LIPUTAN : Pelapor Vinny Rizki Amelia bersama Kuasa Hukum saat melakukan konfrensi pers di Sekretariat PWI, Kecamatan Pancoranmas. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polres Metro Depok telah resmi menaikan kasus pelarangan peliputan di Mcdonalds ke tahap peyidikan. Informasi tersebut dinyatakan langsung Kuasa Hukum pelapor, Pahrur Dalimunthe, Jumat (10/9).

“Kami telah menerima kabar bahwa kasus telah naik ke tahap penyidikan per tanggal 2 September lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hal tersebut sesuai dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor B/255/IX/Res.1.24/2021/Reskrim, tertanggal 2 September 2021.

Meningkatnya kasus ini membuktikan jika benar terjadi adanya pelarangan peliputan yang telah mencederai Undang Undang Pers, sebab profesi jurnalis dilindungi undang undang selama penugasannya.

“Selanjutnya penyidik akan mencari bukti-bukti untuk menentukan tersangka,” kata Pahrur.

Ia menambahkan dengan direspon cepat kepolisian menunjukan kalah polisi berpihak pada kebebasan Pers di Indonesia serta sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk membuka ruang ke media seluasnya dalam peliputan dan pemberitaaan terkait pandemi Covid-19.

“Jelas ya instruksi itu. Kami sangat terima kasih pada pihak kepolisian yang diyakini akan serius selesaikan kasus ini,” tegasnya.

Ia berharap agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan, sehingga pihak yang telah melanggar ketentuan undang undang pers dapat dijerat hukuman. Hal ini agar tidak terjadi kejadian serupa yang menimpa profesi jurnalis

“Tolong dituntaskan. Jangan berlarut atau lama, karena semua sudab jelas dan ada, baik saksi sampai bukti,” ungkap Pahrur.

Sebelumnya tim kuasa hukum meminta kepada pihak kepolisian Polres Metro Depok memberi atensi terhadap kasus pelarangan Vini Rizki Amelia wartawan dari media Warta Kota saat meliput kerumunan yang terjadi di McDonald Depok Jalan Margonda Raya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro