ASN Naik garuda
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Kenapa dalam perjalanan dinas ke luar kota, aparatur sipil negara (ASN) dan juga PNS, selalu menggunakan pesawat Garuda Indonesia?

Baik di kalangan pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, perjalanan dinas menggunakan armada Garuda Indonesia memang sudah lumrah. Hal itu mengacu pada kebijakan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Dikutip dari laman resmi LKPP,, dalam pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah, pembelian tiket pesawat Garuda sudah masuk di e-katalog dan e-purchasing.

Selain itu, dengan adanya kerjasama antara LKPP dan Garuda Indonesia, maka ada tarif khusus untuk para ASN dari semua instansi pemerintahan.

Harga khusus PNS tersebut berlaku selama tidak melebihi pagu Standar Biaya Umum (SBU) yang sudah ditetapkan Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara.

Sistem perhitungan harga tiket Garuda Indonesia untuk PNS juga tetap mengikuti regulasi yang diatur oleh International Air Transport Association (IATA) yang berlaku secara umum untuk semua maskapai yang menjadi anggota IATA.

Dalam ketentuan antara LKPP dan Garuda Indonesia tersebut, disepakati bahwa Garuda Indonesia memberikan diskon dari harga dasar untuk perjalanan domestik yakni antara 10-11 persen untuk kelas bisnis dan ekonomi.

Bahkan untuk perjalanan dinas ke luar negeri, PNS bisa mendapatkan diskon hingga 20 persen dari harga dasar untuk semua kelas. Dari kebijakan LKPP ini kemudian muncul aturan turunan dari setiap kementerian/lembaga dan pemda untuk pengaturan perjalanan dinas.

Beberapa instansi pemerintah bahkan secara tegas mewajibkan ASN di lingkungannya untuk menggunakan maskapai Garuda Indonesia dalam setiap perjalanan dinasnya.

Fasilitas pejabat Garuda Indonesia juga memberikan dua kartu Garuda Miles Platinum minimal sebanyak 2 kartu untuk pejabat di setiap instansi pemerintah yang bisa diberikan kepada pejabatnya.

Fasilitas Garuda Miles Platinum ini bisa digunakan sebagai akses masuk ke fasilitas lounge Garuda Indonesia di sejumlah bandara.

Sebagai maskapai yang mendapatkan keistimewaan menyediakan penerbangan perjalanan dinas untuk para PNS, Garuda juga menyediakan pemesanan tiket khusus untuk instansi pemerintah melalui Government Online System (GovOS).

Nah sebagai informasi, sebagai maskapai andalan para abdi negara, pemangkasan sejumlah perjalanan dinas PNS juga berkontribusi membuat pendapatan Garuda Indonesia anjlok cukup tajam.

Terlebih, selama ini instansi pemerintah juga menyumbang pendapatan cukup signifikan dari segmen kelas bisnis. Garuda Indonesia sendiri saat ini tengah dirundung masalah.

Selain utang menggunung, maskapai flag carrier ini baru saja diputus bersalah di pengadilan arbitrase internasional karena permasalahan pembayaran sewa pesawat dengan lessor.

Dampak pandemi Covid-19 yang tampaknya masih akan berlangsung lama, membuat nasib suram Garuda Indonesia diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya