Pengmas PNJ 1
Foto bersama panitia dan peserta pelatihan, dengan latar belakang laboratorium Teknik Energi

PROGRAM Studi Pembangkit Tenaga Listrik di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan mengadakan pelatihan mengolah limbah organik menjadi pelet sebagai biomassa pada Komunitas Ciliwung Depok di Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Ketua PKM tersebut, Widiyatmoko S.Si, M.Eng mengatakan, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sungai adalah sampah yang panjang, harusnya tidaklah demikian. Namun pandangan itu telah terlanjur melekat sehingga masyatakat semakin banyak membuang sampah ke sungai. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa makin hari sungai makin penuh sampah walaupun telah banyak edukasi bahaya membuang sampah ke sungai.

Upaya penanganan sampah sudah dilakukan DPUPR Kota Depok. Seperti upaya pembersihan sampah yang dilakukan regu Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok di Kali Baru, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Ketika diangkat, permasalahan baru adalah terjadinya penumpukan sampah kembaliĀ  yang membutuhkan alternatif pengolahan sampah.

Pengmas PNJ 2
Peserta santai sambal menyimak pembelakan materi.

Hal itu yang akhirnya menginspirasi dosen-dosen Politeknik Negeri Jakarta untuk melakukan sesuatu.

Widiyatmoko menuturkan, berdasarkan hasil diskusi dengan pihak mitra, yakni Komunitas Ciliwung Depok, penanganan sampah salah satu solusinya dengan meningkatkan keterampilan anggota komunitas dengan pelatihan pembuatan pelet. Pelatihan tersebut diadakan pada Sabtu, 25 September 2021 di Laboratorium Teknik Energi Kampus Politeknik Negeri Jakarta.

Widiyatmoko menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna dalam rangka memberdayakan masyarakat Komunitas Ciliwung Depok untuk menciptakan peluang pendapatan dengan memproduksi pelet dari mesin pencacah dan mesin pembuat pelet. Untuk selanjutnya pelat dapat dijadikan biogas yang dapat menghasilkan tenaga listrik.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang diusulkan, searah dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2020-2024 dengan fokus Riset Nasional bidang Energi, dan masuk dalam Prioritas Nasional (PRN) 2020-2024 yaitu teknologi tepat guna ini dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin, Dr.Eng. Muslimin, S,T., M.T.

Pengmas PNJ 3
Praktik pembuatan biopelet.

Dalam sambutannya, Ketua Komunitas Ciliwung, Syahrul Polantalok menyambut baik kegiatan tersebut. Dinyatakan juga bahwa tahun lalu, Dosen PNJ juga telah menghibahkan alat pembuat pemanfaatan limbah bambu dan kayu menjadi cuka kayu melalui proses pirolisis. Alat tersebut sangat bermanfaat, khususnya sering dijadikan demontrasi untuk para tamu. Namun sayang, alatnya rusak tertinpa pohon Ketika hujan angin selasa sore lalu

Ditempat yang sama perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Unit Pengolahan Sampah, Rojuh, berharap ada kegiatan lanjutan agar penanganan sampah tertata dan dapat berdampak ekomoni.

Dari kegiatan ini diharapkan komunitas dapat menghasilkan biopelet, yaitu jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomasa yang memiliki ukuran lebih kecil dari briket. Biopelet mempunyai nilai ekomomi yang cukup tinggi. PT Indonesia Power siap membeli biopelet ini untuk dijadikan bahan sumber listrik

Pengmas PNJ 4
Peserta pelatihan Bersama instruktur sedang mencoba alat.

Alat pengolah limbah organik menjadi pelet yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Mesin, khususnya mahasiswa Pembangkit Tenega Listrik, setelah pelatihan akan dihibahkan kepada Komunitas Ciliwung.

Sebelum praktik, pelatihan diawali dengan pembekalan materi teoritik oleh Rahmat Subarkah, M.T. dalam kesempatan ini juga penulis berkesempatan berbincang dengan, Haolia Rahman, P.Hd., Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pembangkit akan mengajukan dana kepada PT Indonesia Power untuk membuat alat pengolah limbah organik menjadi pelet agar lebih banyak komunitas dapat menghasilkan biopelet. (Minto Rahayu)

 

Editor : Pebri Mulya