Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan.FOTO:ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Menjelang libur panjang di Desember 2021 menjadi wanti-wanti Pemerintah hingga masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya gelombang ketika kenaikan kasus Covid-19 akan menanti jika tanpa protokol kesehatan yang ketat.

Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan menegaskan, libur panjang akhir tahun punya risiko menyebabkan kasus Covid-19 kembali meningkat. Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi kemungkinan gelombang ketiga kenaikan kasus Covid-19.

“Libur panjang ini menjadi ancaman jika tidak ada antisipasi serius. Terlebih ada peningkatan mobilitas penduduk, lalu ditambah lagi minimnya prokes,” tegasnya.

Iwan menjelaskan, ada beberapa poin yang menjadi penyebab timbulnya gelombang ketiga Covid-19. Pertama, peningkatan mobilitas penduduk yang tidak disertai peningkatan protokol kesehatan. Lalu kedua, menurunnya tracing. Serta ketiga, cakupan vaksinasi melambat atau rendah.

“Dan yang keempat, adanya varian baru yang lebih menular,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Katanya, banyak ahli yang memprediksi Desember 2021 hingga Januari 2022 akan terjadinya gelombang ketiga. Hal ini karena, lada saat itu terjadinya peningkatan mobilitas penduduk dan kerumuman karena liburan akhir tahun.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang kurang memhami tentang risiko penularan Covid-19. Sehingga harus ada upaya untuk melakukan antisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19.

Iwan menilai perlu menggunakan indikator PPKM yang sudah merupakan gabungan indikator transmisi dan kapasitas respons agar terhindar dari gelombang ketiga peningkatan kasus Covid-19.

Ia menyarankan, pemerintah agar tidak ragu untuk meningkatkan level PPKM di satu kabupaten atau kota. Karena, potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tetap ada walaupun vaksinasi sudah lebih dari 50 persen sebelum Desember 2021.

“Karena tidak ada vaksin yang efektifitasnya 100 persen dan efektifitas vaksin bisa berkurang jika ada varian baru,” tandas Iwan.(rd/arn)

Jurnalis :Arnet Kelmanutu

Editor : Febrina