PELATIHAN : Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Tamiang bekerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, membuat Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).FOTO:NOVITA/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Tamiang bekerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, membuat Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Pembukaan Program PKK berlangsung pada Rabu (15/9) di LPK Tamiang, Sawangan, Kota Depok.

Dimasa pandemi seperti ini, para pekerja semakin sulit mencari pekerjaan. Namun, dengan adanya Program PKK, pemerintah menjanjikan prospek pekerjaan untuk para peserta, Kali ini pelatihan diberikan dalam bidang keterampilan tata rias Sunda putri. Tujuan diadakannya program ini untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) agar terampil, berkarakter dan memiliki daya saing yang tinggi dengan ilmu yang sudah diberikan oleh pembimbing,

Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja dihadiri oleh, Kasi Paud dan Disdik Kota Depok Bambang Pramudiyono, Penilik Kota Depok Muhammad Sumardi, Budi Hermawan dan Pemilik LKP Tamiang, Alfonsa Intan Mustikasari.

Kasi Paud dan Disdik Kota Depok Bambang Pramudiyono menuturkan, para peserta diharapkan bisa mengikuti rangkaian acara sampai tuntas dari awal sampai akhir sesuai dengan jadwal program. Setelah peserta mengikuti program ini diharapkan persiapan untuk uji kompetensi sebagai bukti sudah menguasai apa yang diperoleh selama pelaksanaan kursus.

“Setelah itu kami berharap, para peserta bisa memasuki dunia kerja dunia industri,” ujar Bambang.

Pemilik LKP Tamiang, Alfonsa Intan Mustikasari menjelaskan, program PKK sudah berjalan hampir empat tahun. Pada tahun sebelumnya peserta mencapai 30 orang. Dengan keterbatasan pandemi Covid-19, tahun ini peserta yang terpilih hanya 10 orang dengan mengikuti seleksi yang ketat.

Intan menerangkan, jenis pelatihan Program PKK ini merupakan tata rias Sunda putri yang dihadiri remaja putri yang berusia 17 – 25 tahun. Kelas pelatihan akan dibagi menjadi dua sesi yaitu pagi dan siang, peserta diajarkan langsung oleh dua pembimbing yang memiliki kemampuan di bidang tata rias yang sudah terverifikasi.

Pelatihan tata rias akan berjalan selama dua bulan setengah, satu minggu ada empat kali pertemuan mulai Senin hingga Kamis. Dalam satu hari pelatihan diberikan waktu selama lima jam. Setelah peserta menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi LKP atau TUK Widya. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat dari Uji Kompetensi. Penilaian yang akan diberikan oleh penguji mulai dari attitude, teori, praktek dan keterampilan.

“Materi yang akan diajari oleh LKP Tamiang yaitu Tata Rias Pengantin Pakem Sunda Putri. Teori yang akan diberikan memperkenalkan sejarah Sunda putri dan prakteknya akan diajarkan mulai dari make-up, membuat sanggul, memakaikan busana pengantin dan aksesoris,” terangnya.

Program Lembaga PKK tidak dikenakan biaya sedikit pun, semua peralatan, uji kompetensi, make up, busana, aksesoris dan sanggul sudah disediakan oleh LKP Tamiang secara gratis.

“Semua biaya ditanggung oleh Kemendikbud,” ungkapnya.

Intan menambahkan, setiap kegiatan pelatihan Program PKK yang berlangsung setiap harinya akan mengadakan live streaming, nantinya operator yang akan melaporkan kepada Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi. Sebagai Pemilik LKP Tamiang, ia merasa senang karena mendapat kepercayaan dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Jangan patah semangat, pasti akan ada pasang surut jangan merasa langsung down dan pada saat diatas jangan pernah sombong karena akan ada hukum karma,” tutup Intan.(rd/mg1)

Jurnalis : Novita Rahayu

Editor : Febrina